- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Minta Tambang Minyak Mentah Dilegalkan, Ancam Tutup Jalintim di Muba
“Kami 350 ribu lebih pekerja, bergantung dari minyak. Kalau minyak disetop bagaimana anak kami sekolah dan makan. Ini kami telah berusaha mengurangi massa saat ini. Sebagaimana permintaan Kapolda Sumsel untuk mengurangi jumlah massa,” timpalnya.
Aksi massa hanya satu, untuk legalkan minyak Muba. “Kami bukan mencari sensasi atau jalan – jalan. Tercatat sejak masa Belanda leluhur kami telah bekerja sebagai tenaga kerja paksa. Nah sekarang faktanya, betapa kami kesulitan. Kami bukan masyarakat cengeng dan pengemis, kami mandiri,” tekannya.
“Kami hanya ini hanya penambang tradisional sumur – sumur tua. Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami tutup Jalan Lintas Timur, Muba,” seru koordinator aksi. (nrd)



