- Satu Korban Tewas dan Satu Warga dalam Pencarian akibat Banjir Bandang di Solok
- Tinjau Penanganan Karhutla di Habitat Gajah
- SMSI Sumsel Lantik Pengurus Delapan Kabupaten/Kota Masa Bakti 2026-2029
- Diguyur Banpres, OKI dan Muba Respons Penanganan Karhutla
- Pangdam II/Sriwijaya Lepas 4.000 Pelari Fun Run 5K dan Hadiri Pasar Murah
Minta Tambang Minyak Mentah Dilegalkan, Ancam Tutup Jalintim di Muba
“Kami 350 ribu lebih pekerja, bergantung dari minyak. Kalau minyak disetop bagaimana anak kami sekolah dan makan. Ini kami telah berusaha mengurangi massa saat ini. Sebagaimana permintaan Kapolda Sumsel untuk mengurangi jumlah massa,” timpalnya.
Aksi massa hanya satu, untuk legalkan minyak Muba. “Kami bukan mencari sensasi atau jalan – jalan. Tercatat sejak masa Belanda leluhur kami telah bekerja sebagai tenaga kerja paksa. Nah sekarang faktanya, betapa kami kesulitan. Kami bukan masyarakat cengeng dan pengemis, kami mandiri,” tekannya.
“Kami hanya ini hanya penambang tradisional sumur – sumur tua. Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami tutup Jalan Lintas Timur, Muba,” seru koordinator aksi. (nrd)



