- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Digitalisasi Transaksi Keuangan di Sumsel Masih Terkendala Sinyal
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hafidz Thohir mengungkap, salah satu yang dilakukan Bank Indonesia digitalisasi pada sistem pembayaran akan mengalami perubahan. Baik dari sistem pembayaran maupun dari sistem registrasianya. Maka dari itu, kata Hafidz, selain dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inovasi teknologi dan peningkatan pengetahuan digitalisasikan dibutuhkan agar Indonesia segera pulih dari pademi.
“Mau tidak mau dunia akan menggunakan ini sebagai sistem yang paling mudah, cepat, dan aman. Kalau lihat di televisi, semua di Eropa, Amerika dan negara maju di dunia mereka tidak lagi menggunakan uang cash. Mau naik kereta, makan di restoran. Semuanya sudah digital mengunakan handphone,” katanya.
Maka dari itu, Hafidz mendorong pemerintah pusat supaya di daerah dibangun infrasuktur tersebut supaya bisa teraplikasikan. “Baik sinyal kuat maupun sarana dan prasarananya agar tidak terjadi kesenjangan antara pusat dan daerah. Jika infrastruktur sudah siap maka semuanya akan lebih banyak kepada digital dan menguranggi pembayaran uang kertas,” tandasnya.



