- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Digitalisasi Transaksi Keuangan di Sumsel Masih Terkendala Sinyal
PALEMBANG, SIMBUR – Indonesia sering mengalami pasang-surut masalah ekonomi. Permasalahan itu menjadi hal yang lumrah. Meski demikian, hal itu juga dapat menjadi salah satu faktor ancaman bagi negara. Oleh karena itu, Bank Indonesia melakukan beberapa upaya agar dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.
Gubernur Herman Deru mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) sangat mendukung percepatan digitalisasi keuangan. Meski demikian, selama ini diakuinya digitalisasi keuangan di Sumsel ini masih kerap terkendala sinyal dari provider. Di samping kerap terjadi blankspot di beberapa wilayah kabupaten/kota di Sumsel. Hal ini, kilah Gubernur, karena wilayah Sumsel yang memang luas sementara keberadaan BTS dari provider masih terbatas.
“Kalau bicara digital kita ini ada masalah sinyal. Provider sejauh ini membangun BTS untuk daerah yang ramai. Ini menjadi kendala tersendiri. Untungnya untuk ATM beberapa perbankan sudah menggunakan satelit tersendiri,” jelas Gubernur Herman Deru saat menyaksikan pengukuhan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel Erwin Soeriadimadja, dilanjutkan Side Event Presidensi G20 Leaders Talk Digitalization on Payment System di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (10/6).



