- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Lima Hektare Lahan Terbakar, Waspada Awal Musim Kemarau
Dayan menambahkan, sifat musim kemarau di Sumsel tahun ini, 57 persen bersifat normal dan 43 persen lainnya dengan sifat atas normal. “Puncak musim kemarau sendiri didominasi pada Juli sebanyak 57 persen. Sebanyak 29 persen wilayah Sumsel akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan September dan 14 persen lainnya akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan Juni,” tegasnya.
Masih kata dia, awal musim dan sifat musim kemarau yang bormal baik bagi tanaman pangan. Meski demikian, perlu diperhatikan potensi hama tanaman yang dapat muncul atau merebak. “Potensi karhutla tetap perlu diwaspadai walaupun kondisi El Nino kecil terjadi,” tandasnya.
Sementara itu, prakiraan musim kemarau 2022 untuk wilayah Sumsel disusun berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer terkini dan potensinya hingga beberapa periode ke depan. Prakiraan musim ini dibuat dengan mengandalkan pemodelan iklim dinamis dan statistik dengan memerhatikan Normal Iklim terbaru. (red)



