Berburu Dimsum hingga Kue Lebaran di Pasar Ramadan

Pasar beduk menjamur saat bulan Ramadan. Pasar beduk atau sering disebut pasar Ramadan digelar bukan hanya untuk mendapatkan menu makanan berbuka puasa yang sangat beraneka ragam. Akan tetapi, fungsi pasar Ramadan bisa lebih dari itu, yakni membangkitkan kembali ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil yang terdampak pandemi. Bagaimana dan apa saja menu pasar Ramadan yang diminati dan kerap diburu kaum muda kelompok milenial di kota ini? Berikut laporannya.

 

 

PALEMBANG, SIMBUR – Sengkarut arus lalu lintas menambah potret senja di persimpangan sudut kota tua. Tepatnya di Jl KH Ahmad Dahlan, Palembang. Sore itu ada pembukaan pasar Ramadan yang digelar kelompok pedagang kecil.

Gita, warga setempat mengatakan, dengan dibukanya pasar Ramadan ini tentu sangat membantu masyarakat. “Saya merasa  sangat terbantu, karena yang pertama.  Dengan adanya pasar ini semua sangat praktis.  Kedua untuk menuju  ke pasar ini sangat mudah dijangkau. Bisa dibilang tempatnya sangat setrategis,” ungkapnya, Senin (4/4).

Pasar Ramadan ini, terlihat menyediakan berbagai aneka ragam makanan. Mulai dari berbagai makanan khas Palembang atau luar Palembang. Ada juga makanan yang tidak kalah hits di kalangan masyarakat. Khususnya yang disukai oleh anak-anak muda milenial saat ini.

“Ada ketertarikan tersendiri bagi saya untuk membeli makanan yang ada di pasar bedug ini. Ada beberapa makanan yang ingin saya coba. Makanan yang baru saja saya beli salah satunya adalah dimsum. Makanan ini termasuk banyak digemari oleh masyarakat. Salah satunya anak-anak muda. Selain itu, saya juga membeli makanan yang menurut saya menarik yaitu makanan khas, nama makanannya adalah bubur kampiun,” kata dia.

Makanan mungil khas Canton yang disebut dimsum belakangan ini menjadi makanan yang sangat populer di kalangan pemuda milenial. Makanan ini memang bukan makanan khas Palembang. Meski demikian, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli di pasar Ramadan ini.

Tak kalah dengan dimsum, penjual lainnya yang menjajakan makanan khas terutama makanan Palembang membuat makanan khas menjadi kekinian dengan berbagai kreasi untuk menarik para pelanggannya. “Apalagi menurut saya semua makanan yang dijual memang sangat terjangkau. Sangat higuenis. Yang pasti sesuai kantong dan juga terpenting kebersihannya,” ujarnya.

Makanan yang dijual di pasar Ramadan tersebut terbilang murah atau terjangkau. Cukup hanya merogoh kocek mulai dari Rp5 ribu. Itu juga menjadi daya tarik serta antusias masyarakat setempat untuk datang membeli makanan di pasar Ramadan itu.

Selain menjual makanan khusus bulan Ramadan, ada beberapa penjual yang menjajakan jajanan atau kue lebaran seperti keripik, dan kue kering lainnya. Walaupun bulan puasa baru beberapa hari dimulai akan tetapi sudah biasa bagi para pedagang atau penjual yang sudah menjajakan terlebih dahulu jajanan atau kue lebaran. (wms07)