Rusia Menyerang, Ukraina Melawan

Militer Rusia melakukan serangan dari darat, laut, dan udara ke sejumlah kota di Ukraina, Kamis (24/2). Serangan terbesar yang dilakukan salah satu negara Eropa itu setelah Perang Dunia II.

 

 

PALEMBANG, SIMBUR – Rudal berjatuhan seperti hujan dan ledakan mewarnai langit Ukraina. Militer Rusia dan Belarusia pun sudah bersandar di pantai Laut Hitam dan Laut Azov di Ukraina. Dilansir Reuters, telah terjadi pertempuran sengit di daerah Sumy, Kharviv, Kherson, Oddesa dan bandara militer dekat Kyiv.

Ledakan terdengar pagi menjelang fajar di ibu kota Kyiv yang dihuni 3 juta penduduk. Letusan tembakan dan suara sirine berkumandang keras di jalan raya. Warga sipil berusaha menyelamatkan diri  dari serangan yang membawa bencana itu.

Upaya yang dilakukan negara-negara Barat untuk mencegah perang pada akhir pekan lalu sepertinya sia-sia. Mereka seperti ketakutan terhadap ambisi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Otoritas negara Ukraina di Odessa melaporkan 18 warga tewas dalam serangan tersebut. Sebanyak 6 orang terbunuh di Brovary, dekat Kyiv. Lima orang lainnya ditembaki dari pesawat. Sekitar 40 tentara Ukraina tewas. Sebaliknya, Ukraina mengklaim telah menewaskan 50 tentara dan menembak jatuh 6 pesawat Rusia.

“Rusia telah menyerang bagian negara kami pada pagi hari, seperti yang dikerjakan NAZI Jerman pada saat Perang Dunia II. Rusia telah meluncurkan serangan jahat tapi Ukraina sedang membela diri dan takkan menyerah. Kami akan mempertahankan kemerdekaan, tak peduli seperti apa yang Moscow pikirkan,” tegas Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, dilansir Reuters.

Dia menyerukan rakyat Ukraina untuk mempertahankan negara mereka. Dia menambahkan akan memberikan imbalan  kepada siapa pun yang siap untuk melawan. Di juga mengimbau rakyat Rusia agar turun ke jalan untuk memprotes pemerintah negara mereka.

Zelensky menambahkan, semua pihak tidak perlu membantu memulihkan hubungan diplomatik antara Ukraina dan Rusia. “Jangan panik. Kami kuat. Kami siap dengan semuanya. Karena kami adalah Ukraina,”  ungkap Zelensky, dilansir BBC.

Sebelumnya, dalam deklarasi perang yang disampaikan pagi hari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dirinya telah memerintahkan pasukan operasi khusus militer untuk melindungi orang-orang, termasuk rakyat Rusia yang mengalami genosida di Ukraina. “Kami akan berusaha melakukan demiliterisasi terhadap warga dari Ukraina. Rusia tidak bisa memiliki rasa aman, berkembang, dan berdampingan dengan ancaman dari wilayah modern Ukraina,” tegas Putin.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan aksi Rusia memancing serangan tidak dibenarkan. Hal senada juga diungkap Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen.  Dia mengatakan, serangan akan menyebabkan putaran sanksi baru sehingga akan memukul perekonomian Rusia menjadi lebih parah.(red/reuters/bbc)