- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Percepat Vaksinasi, Gencarkan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan
KAYUAGUNG, SIMBUR – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran TNI, Polri, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan pihak terkait mempercepat vaksinasi. Khususnya bagi kalangan lanjut usia atau lansia yang rentan terpapar Covid-19.
Arahan tersebut disampaikan Kapolri secara virtual kepada jajaran Polda dan Polres se-Indonesia saat meninjau akselerasi vaksinasi di GOR Biduk Kajang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis, (24/2). “Kembali saya ingatkan untuk melakukan percepatan vaksinasi dosis dua dan boosters. Khususnya kepada kelompok rentan usia lanjut atau lansia,” kata Sigit.
Kapolri menyatakan dalam satu minggu ke depan akan mengejar target dari vaksinasi dengan meningkatkan target pencapaian vaksinasi dari 1,1 juta menjadi 1,6 juta vaksinasi per hari. “Karena kalau kami lihat bahwa data-data yang rentan memiliki angka fatalitas tinggi tentunya adalah usia lansia yang disertai komorbid ataupun yang vaksinnya belum lengkap. Jadi ini saya harapkan untuk terus bisa dikerjakan,” ucap Sigit.
Terkait strategi menghadapi penyebaran varian omicron, mantan Kabareskrim ini meminta setiap satuan melakukan pemetaan (maping) masyarakat sasaran vaksinasi. “Di wilayah yang posive ratenya tinggi agar didorong percepatan vaksinasi tahap dua dan booster. Maksimalkan pengendalian dan operasi yustisi penegakan prokes,” imbaunya.
Sigit optimistis tren positif penanganan Covid-19 bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Pasalnya, lanjut dia, Indonesia pernah menjadi salah satu negara terbaik dalam rangka penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19. “Ini harus dijaga terus, karena berdampak bagi aktivitas masyarakat. Tentunya akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Saat memantau percepatan vaksinasi Covid-19 di Biduk Kajang Kayuagung OKI Jenderal Sigit didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Bupati dan segenap jajaran Forkopimda. Serbuan vaksinasi ini diikuti oleh dua ribuan masyarakat OKI yang berasal dari 18 Kecamatan. Tak hanya meninjau, Kapolri Sigit juga memberi bingkisan kepada masyarakat yang divaksin secara simbolis. “Terimakasih kepada Forkopimda kepada masyarakat yang telah datang untuk divaksin,” tutupnya.
Kapolri mengungkapkan bahwa vaksinasi di Kayuagung Kabupaten OKI ini dilaksanakan dan diikuti sebanyak 2000 orang. Vaksinasi dilakukan dengan prokes yang sangat ketat. Dalam kesempatan itu Ia juga mengapresiasi kerjasama yang telah dilakukan Gubernur Sumsel beserta Forkopimda Provinsi maupun di kab/kota yang mendukung percepatan vaksinasi dengan meningkatkan capaian laju suntikan vaksin.
“Alhamdulillah Saya dapat laporan bahwa target pencapaian laju suntikan di Sumsel telah ditingkatkan dari biasanya di angka 50 ribu-60 ribu sekarang jadi 90 ribu,” tuturnya.
Kapolri juga mengingatkan bahwa saat ini penyebaran varian omicron menunjukkan tren peningkatan. Bahkan terjadi pergeseran penyebaran yang terasa di luar Jawa dan Bali. “Walau di Jawa dan Bali trennya sudah turun. Sementara di luar Jawa tren naik dan angka kematian nasional meningkat. Mau tidak mau kita harus mempersiapkan kesehatan dan imun masyarakat, sebelum penyebaran varian baru ini terus meningkat,” jelas Kapolri.
Untuk itulah melalui akselerasi dan percepatan program vaksinasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melengkapi vaksinasinya baik itu vaksin dosis 1 dan 2 serta mendorong percepatan vaksinasi ke-3. “Percepatan vaksinasi ini sangat penting karena kita pernah mengalami laju varian delta sangat tinggi dan dampaknya luar biasa dan angka kematian tinggi,” tambahnya.
Agar hal tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan mengurangi resiko bagi lansia yang belum mendapat vaksin lengkap, karena itu percepatan vaksinasi penting dilakukan di semua wilayah. “Akselerasi percepatan ini penting. Kita targetkan minggu ini di seluruh wilayah dan dikontrol setiap hari untuk capaian vaksinasi dosis 2 mininal 70% dan dosis pertama minimal 90% kecuali di 3 provinsi yang masih jauh tertinggal,” jelasnya.
Melalui percepatan vaksinasi ini pihaknya berupaya mendorong dan meyakinkan masyarakat untuk memastikan masyarakat memiliki kesehatan dan imunitas agar lebih siap mengantisipasi penyebaran Omicron yang trennya kini cenderung meningkat.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi COVID-19 di 17 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan hingga tanggal 23 Februari 2022 untuk dosis pertama sudah mendekati 100 persen.
“Untuk dosis pertama capaian kita sudah 92,12 perseb artinya sudah mendekati 100 persen. Dengan program seperti ini kita yakin ini segera tercapai karena untuk mengantisipasi Covid ini kita semua memang harus bersinergi,” singkatnya.
Jika dosis pertama capaian vaksinasi di Sumsel sudah mencapai 92, 12% dari target 6,3 juta jiwa, untuk dosis 2 capaian vaksinasi Covid-19 di kab/kota di Sumsel sudah mencapai 62,83% dan dosis 3 capaian vaksinasi mencapai 2,83%.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj. R.A. Anita Noeringhati, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, Bupati OKI Iskandar dan sejumlah Forkopimda Provinsi Sumsel serta Forkopimda Kab OKI.(wom)



