- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Puting Beliung Rusak 7 Rumah dan Robohkan 1 SD di Banyuasin
PALEMBANG, SIMBUR – Angin Puting Beliung disertai hujan lebat berkecamuk hebat. Bencana itu terjadi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, Minggu (20/2) sekitar pukul 12.30 WIB. Kejadian ini mengakibatkan sejumlah rumah dan bangunan rusak namun tidak sampai jatuh korban jiwa.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BPBD Sumsel, sebanyak 7 rumah rusak ringan dan 1 sekolah dasar roboh dan rusak berat. “Kejadian ini mengakibatkan ada 7 rumah warga rusak ringan, tidak ada korban jiwa. Lalu fasilitas sekolah dasar rusak berat. Bagian atap dari taso tangka baja ambruk, oleh terpaan angin kencang,” ungkap Ansori Humas BPBD Sumsel kepada Simbur.
Warga yang terdampak angin puting beliung tersebut, Siti Badilah (77), Junaidi (45), M Umar (60), Ismail (67), Karyanto (43), Razeb (35), dan Rumsyah (63). “Petugas BPBD Kabupaten Banyuasin menerima laporan terjadi Angin Puting Beliung di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Selanjutnya, berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan dan Desa Sungai Pinang,” ungkapnya.
Hari ini (Senin 23 Februari) Tim BPBD Banyuasin dan Dinas Sosial Banyuasin sudah berangkat menuju lokasi kejadian angin puting beliung, untuk melakukan pendataan lebih lanjut dan penyaluran bantuan. (nrd)



