- Sukseskan Simbur Academy 2026, Kopilo Coffee and Eatery Manjakan Mahasiswa dengan Diskon 15 Persen
- Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih
- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
Puting Beliung Rusak 7 Rumah dan Robohkan 1 SD di Banyuasin
PALEMBANG, SIMBUR – Angin Puting Beliung disertai hujan lebat berkecamuk hebat. Bencana itu terjadi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, Minggu (20/2) sekitar pukul 12.30 WIB. Kejadian ini mengakibatkan sejumlah rumah dan bangunan rusak namun tidak sampai jatuh korban jiwa.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BPBD Sumsel, sebanyak 7 rumah rusak ringan dan 1 sekolah dasar roboh dan rusak berat. “Kejadian ini mengakibatkan ada 7 rumah warga rusak ringan, tidak ada korban jiwa. Lalu fasilitas sekolah dasar rusak berat. Bagian atap dari taso tangka baja ambruk, oleh terpaan angin kencang,” ungkap Ansori Humas BPBD Sumsel kepada Simbur.
Warga yang terdampak angin puting beliung tersebut, Siti Badilah (77), Junaidi (45), M Umar (60), Ismail (67), Karyanto (43), Razeb (35), dan Rumsyah (63). “Petugas BPBD Kabupaten Banyuasin menerima laporan terjadi Angin Puting Beliung di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Selanjutnya, berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan dan Desa Sungai Pinang,” ungkapnya.
Hari ini (Senin 23 Februari) Tim BPBD Banyuasin dan Dinas Sosial Banyuasin sudah berangkat menuju lokasi kejadian angin puting beliung, untuk melakukan pendataan lebih lanjut dan penyaluran bantuan. (nrd)



