Tagih Utang Tetangga, Bandar Arisan Dipenjara 2 Bulan

PALEMBANG, SIMBUR – Perkara tindak pidana ringan atau tipiring penganiayaan dipicu utang piutang arisan, digelar Jumat (14/1/22) sekitar pukul 13.30 WIB, di Pengadilan Negeri Palembang kelas IA Khusus.  Persidangan diketuai majelis hakim Mangapul Manulu SH MH. Sidang menghadirkan dua orang saksi Ardiansyah dan saksi Irawan. Termasuk korban Yuliana dan terdakwa M (30). Keduanya bertetangga di Jalan Kemas Rindo, Kertapati Palembang.

Korban Yuliana mengatakan kejadian tanggal 8 September 2021 di Jalan Kemas Rindo Kertapati, di teras rumahnya. Yuliana mengatakan ikut sebagai peserta arisan, sudah dapat arisan, namun sisanya Rp10 juta  belum ia bayar alias utang (kepada terdakwa).

“Aku ditagih, dari bulan 1 itu tidak bayar, terus nagih di bulan 9 dibayar. Saat itu terdakwa nunjuk-nunjuk, katanya kau dak galak bayar utang, langsung ribut. Dia jambak rambut, aku balas juga, jadi jambak-jambakan rambut,” timpal Yuliana.

Keduanya juga sampai terjatuh, sempat bergulingan, namun Yuliana hanya mengalami luka ringan lebam di pergelangan tangan.  Kemudian saksi Andriansyah, mengatakan ia melihat keributan itu. “Saya lihat mereka jambak-jambakan rambut dan jatuh bergulat berguling diteras rumah. Saya datang langsung memisahkan,” ujar saksi kepada hakim.

Saksi Irawan, sendiri saat kejadian tidak melihat adanya luka, dan tidak tahu masalahnya apa sampai terjadi keributan itu.  Yuliana mengaku kalau terdakwa M yang mengajak ribut dulu saat ditanya penyidik di persidangan.

Giliran terdakwa M mengatakan kepada hakim, balik membantah kalau Yuliana yang mulai menyerang.  “Dio yang ngoco aku duluan malah pak hakim. Masalahnya itu utang dari tahun 2019. Nah di tahun 2021 aku tagih, karena dia dapat PKH, sebab di tahun baru 2020 baru dibayarnya Rp 50 ribu, padahal utangnya Rp12,8 juta. Jadi aku nomboi pak hakim,” kata terdakwa.

Terdakwa M mengatakan kejadiannya memang di depan rumah korban, mereka sempat terguling di lantai semen. Kejadian ini katanya sudah dimediasi sama pak RT, tapi pihak Yuliana tidak mau damai dan melapor duluan.  “Semua anggota arisan sudah dapat semua. Saya yang buka arisan, dia pasang tiga nomor, dapatlah dia. Tapi saat ditagih tinggal Rp12,8 juta tidak bayar. Katanya katek duit,” timpalnya.

Atas perkara tipiring Mangapul Manulu SH MH memutuskan perkara tersebut. Sebagaimana pasal 352 KUHP. “Menjatuhkan selama 2 bulan pidana penjara,” tegasnya.

Terdakwa sendiri langsung menyatakan menerima putusan hakim. “Menerima yang mulia,” tukasnya. (nrd)