Upah Rp10 Juta untuk Modal Nikah Belum Didapat, Kurir Sabu Dihadiahi Pelor

PALEMBANG, SIMBUR – Tersangka Sobirin alias Birin (25), warga Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan, Musirawas, tak berkutik dibekuk anggota Unit 2 Satres Narkoba Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Andrean. Dari tersangka merupakan kurir ini, didapati barang haram 10 paket Sabu-sabu seberat 1.047,50 gram atau satu kilogram lebih, senilai Rp 1 miliar lebih, di dalam kotak susu dan sebuah ponsel.

Tersangka Birin kesehariannya bekerja di rumah makan ayam bakar ini dibekuk Senin (10/1/22) malam pukul 21.15 WIB, dalam undercover buy di Jalan Al Falah, Kelurahan Lorok-Pakjo, Kecamatan IB 1, Palembang. Tindak tegas terukur juga dilakukan, hingga kaki kanan tersangka Birin dilumpuhkan pelor tajam.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi Kompol Mario Ivanry SIk selaku Kasat Narkoba menegaskan dalam keterangan persnya, telah menindak tegas perantara transaksi barang haram narkotika.  “Ini merupakan kerja keras anggota kami, telah mengungkap kejahatan narkotika, dengan barang bukti satu kilogram lebih atau seberat 1047,50 gram,” ungkapnya.

Ngajib meneruskan, peran tersangka Sobirin ini sebagai perantara alias kurir. “Dengan sekali antara mendapat upah  Rp10 juta. Barangnya sabu ini  dari Jakarta untuk diedarkan di kota Palembang, tetapi keburu kami gagalkan,” timpalnya.

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memerangi kejahatan narkotika yang kian meresahkan.  “Ingat, jangan coba main-main dengan narkoba ini. Kami akan menindak tegas pelaku dan memerangi narkotika ini, tentu bersama masyarakat ya,” tukas Kapolrestabes.

Tersangka mengaku katanya kepepet biaya menikah sehingga nekat membawa barang terlarang itu.  “Untuk sekali antar janjinya akan diupah Rp 10 juta. Saya belum dapat apa-apa. Rencananya uangnya untuk modal menikah kalau berhasil,” ujarnya.

Birin sendiri berdalih baru satu kali ini langsung ketangkap. “Baru sekali, aku disuruh kawan IN (DPO) mengantarkan sabu di Lorok-Pakjo. Teman saya itu juga disuruh A yang berada di tahanan Lapas,” tukas tersangka. (nrd)