Hampir Setiap Minggu Jumlah Karhutla di Ogan Ilir Meningkat

# Kerahkan Helikopter Water Bombing,  Padamkan 3 Hektare Lahan Terbakar

 

 

PALEMBANG, SIMBUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir. Lahan semak rawa gelam sekitar 3 hektare ludes terbakar, Selasa (12/10).

Api menghanguskan lahan itu terjadi sedari pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Satgas darat yang dikerahkan dari BPBD, Manggala Agni, Polres Ogan Ilir, Kodim 0402. Diperkuat Satgas udara, dengan mengerahkan 1 unit helikopter water bombing.

Setelah berjibaku, akhirnya api dapat dijinakkan pada malam hari. Petugas sendiri sempat terkendala serutnya semak belukar, rawa dan gelam, serta tebalnya asap.

Dikatakan Ansori, humas BPBD Sumsel kepada Simbur, pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin memadamkan karhutla di wilayah masuk desa Palem Raya, Kabupaten Ogan Ilir.  “Kebakaran ini terjadi di wilayah non-gambut, yakni semak belukar dan rawa. Sehingga api dapat dipadamkan, namun titik api terus kami pantau untuk pencegahan,” ungkapnya.

Dalam pemadaman selain satgas darat, udara juga diterjunkan. “Iya pakai helikopter waterboombing juga tadi. Supaya cepat dalam proses pemadaman, terutama wilayah yang sulit dijangkau dari darat,” tukasnya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, kejadian ini salah satunya dipicu hujan yang belum turun dalam periode 10 hari terakhir. “Untuk Ogan Ilir hampir setiap hari dalam seminggu ini ada peningkatan kejadian karhutla, sebab kurang lebih sudah 10 hari tanpa hujan,” ujar Yudha staf BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (13/10).

Yudha menambahkan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan assesmen dan melakukan koordinasi untuk melakukan pemadaman lahan yang terbakar. BPBD Ogan Ilir melaporkan berdasarkan laporan satgas udara, hingga hari ini (13/10), titik api di Desa Palem Raya berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman ini juga menggunakan jet shutter, spray nozzle dan Helikopter BNPB melalui Water Boombing. Para petugas memanfaatkan sumber air dari kanal untuk pemadaman karhutla. Satgas darat segera melakukan pendinginan atau mopping up setelah pemadaman pada area terbakar.

Kendala yang dihadapi di lapangan yaitu lokasi yang sulit dijangkau karena terdapat rawa-rawa yang harus diseberangi, serta arah angin yang sering berubah-ubah. Pagi ini, lanjut dia, satgas gabungan juga melakukan pengecekan lapangan dan pembasahan di sekitar titik api guna meminimalkan munculnya titik api dari lahan yang sudah padam. “Untuk hari ini kami lakukan patroli darat maupun informasi dari patroli udara,  jika terjadi karhutla,” ujar Yudha.

Sementara itu, Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD terkait upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. “BNPB mengimbau untuk melakukan patroli secara berkala di daerah rawan karhutla serta selalu menekankan untuk langkah-langkah pencegahan dini sebelum titik api meluas, khususnya di lahan-lahan gambut,” ujarnya.(nrd)

Share This: