Tim Satgas 53 Kejagung Amankan Oknum Pejabat Kejari Mojokerto

JAKARTA, SIMBUR – Tim Satgas 53 Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) melalukan operasi tangkap tangan (OTT). Operasi menyasar seorang oknum pejabat struktural Kejaksaan Negeri Mojokerto (Kejari Mojokerto) pada Selasa (12/10). Hal itu dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH.

“Pada Selasa, 12 Oktober 2021, Tim Satuan Tugas 53 (Satgas 53) Kejaksaan Agung mengamankan seorang oknum pejabat struktural pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto,” ungkap Leonard melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (12/10).

Menurut Leonard, penangkapan dilakukan terkait adanya laporan pengaduan masyarakat atas dugaan penyalahgunaan wewenang. Pengamanan yang dilakukan Tim Satgas 53, tambah dia, sebagai respons cepat atas laporan masyarakat dengan melakukan klarifikasi atas kebenaran laporan tersebut. “Selanjutnya yang bersangkutan saat ini masih dilakukan pemeriksaan di bidang pengawasan Kejaksaan Agung,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya,
pada bulan lalu, Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin telah mengeluarkan petunjuk melalui Surat Nomor: R-95/A/SUJA/09/2021. Pihaknya memerintahkan kepada seluruh kepala kejaksaan tinggi untuk meneguhkan kembali komitmen integritas. Salah satu poin pentingya untuk melakukan pengawasan melekat kepada seluruh jajarannya.

“Apabila ada bawahannya yang melakukan pelanggaran, maka saya akan lakukan evaluasi atasannya hingga 2 (dua) tingkat ke atas sebagai bentuk pertanggungjawaban atasan atas kegagalannya membina anak buah,” ungkap Jaksa Agung pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pengawasan Kejaksaan RI Tahun 2021 di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 5-6 Oktober 2021.

Terhadap atasannya tersebut, lanjut Burhanuddin, dilihat apakah tidak menjalankan fungsi pengawasan secara benar? Apakah telah terjadi pembiaran bawahan melakukan pelanggaran? “Atau justru ikut berperan dalam pelanggaran tersebut?” sergahnya.

Jaksa Agung RI menyampaikan dalam kesempatan tersebut, agar jajarannya tidak pernah main-main dengan integritas. Dirinya berharap Kejaksaan diisi dengan orang-orang yang berintegritas. “Perlu juga saya ingatkan kembali, atas arahan Presiden Republik Indonesia pada pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020 lalu. Presiden telah menyampaikan jika kejaksaan adalah wajah penegakan hukum Indonesia di mata masyarakat dan internasional,” ujarnya.

Setiap tingkah laku dan sepak terjang setiap personel di kejaksaan dalam penegakan hukum akan menjadi tolok ukur wajah negara dalam mewujudkan supremasi hukum di mata dunia. “Kepercayaan yang diberikan Presiden, harus kita pertahankan dan jawab dengan integritas. Oleh karena itu, penguatan terhadap pengawasan dan penegakan disiplin internal dalam tubuh Kejaksaan adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi,” ungkapnya.(red)

 

 

Share This: