- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
Mayat Siswa Ditemukan Mengapung, Pencarian Korban Sempat Terkendala Arus Sungai
PALEMBANG, SIMBUR – Jenazah siswa SMP berinisial MZ (12) yang hanyut di Sungai Musi dekat depot pasir, Jembatan Musi 2 pada Kamis (19/8) sekitar pukul 10.00 WIB berhasil ditemukan. Siswa nahas itu ditemukan Jumat (20/8) sekitar pukul 12.00 WIB dengan kondisi meninggal dunia. Posisinya mengapung, tidak jauh dari titik awal, sekitar 200 meter.
Upaya pencarian korban yang dilakukan Tim Sar Basarnas bersama Sat Polairud, warga dan nelayan setempat akhirnya membuahkan hasil. Hal itu disampaikan Hery Marantika SH MSi, Kepala Basarnas Palembang. “Jadi hari kedua pencarian, korban ditemukan. Sejak pagi pencarian kami fokuskan melakukan penyisiran permukaan sungai, menggunakan perahu karet, sampan hingga penyelaman,” ungkapnya.
Diteruskan eks Kakansar Pontianak ini kepada Simbur, Tim Sar gabungan Basarnas, Sat Polairud, warga dan nelayan, membuahkan hasil. “Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, kemudian dievakuasi diserahkan ke pihak keluarga korban,” cetusnya.
Diakui Hery, Tim Sar bersama warga menghadapi kendala di lapangan dalam pencarian. Mulai dari keruhnya air Sungai Musi yang dalam, arus deras, kencangnya angin, namun tim pencarian terus berupaya maksimal. “Maka operasi kami tutup. Kami mengingatkan agar warga senantiasa mengutamakan keselamatan,” tukas Kakansar.
Diwartakan sebelumnya, warga disekitaran pinggiran sungai dan depot pasir Jembatan Musi II, Kecamatan Gandus, Jalan Syakyakirti, Kelurahan Karang Jaya, dihebohkan dengan kejadian hanyutnya MZ (12) siswa SMP negeri di Lorong Pancasila, Gandus.
MZ sendiri tinggal di Jalan PDAM, Lorong Sepakat, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus. Dikatakan R (12) teman MZ sejak SD, kejadian hilangnya bocah ini sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (19/8). Demikian diungkap Murni, keponakannya memang masih SMP. Menurut dia, MZ anak sulung dari dua bersaudara ini awalnya akan mandi bertiga dengan temannya namun tidak bisa berenang.(nrd)



