- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Seluas 4,5 Hektare Lahan Terbakar, Padamkan Api Skala Kecil Pakai Gepyok
PALEMBANG, SIMBUR – Satuan Tugas (Satgas) gabungan berhasil memadamkan titik api seluas 4,5 hektare di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Peristiwa tersebut teridentifikasi pada Minggu (25/7), sekitar pukul 19.00 WIB. Satgas melakukan pendinginan setelah pemadaman pada area terbakar. Salah satu peralatan tradisional yang digunakan untuk memadamkan api adalah gepyok padi.
Saat dikonfirmasi Simbur, Humas BPBD Sumsel Ansori membenarkan karhutla kembali terjadi di wilayah Ogan Ilir. “Terbakar lahan tidak produktif lahan rawa gambut, sekitar 4,5 hektare. Kita kerahkan satgas darat dan udara, dengan menerjunkan 5 helikopter waterbombing. Namun dipisah tidak hanya satu titik,” ungkapnya.
Ansori melanjutkan, selama bulan Juli-Juni 2021, ini sudah 72 hektare lebih lahan terbakar. “Itu belum masuk semua, karena kebakaran di Pangkal Lampang OKI belum dihitung. Karhutla paling sering terjadi di wilayah Ogan Ilir, disusul Ogan Komering Ilir dan Muba,” timpalnya.
Terkait warga gepyok atau memadamkan api dengan ala kadarnya saja di Ogan Ilir, tidak ditampiknya. “Iya itu warga turun langsung memadamkan api dengan peralatan biasa. Kami kan ada masyarakat peduli api dak efektif. Untuk gepyok ini api skala kecil, kalau besarkan panas, jadi satgas juga terjun tentu,” tukas Ansori, Senin (26/7).
Senada diungkap, Abdul Muhari PhD, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, satgas terdiri dari unsur BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat dapat mengendalikan titik api setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. “Dengan menggunakan jet shutter dan spray nozzle, para petugas memanfaatkan sumber air dari kanal untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di samping itu, peralatan sederhana seperti gepyok juga didayagunakan. Satgas berhasil memadamkan api sekitar pukul 23.30 WIB,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima redaksi.
Lokasi area terbakar, lanjut Muhari, berada dua kecamatan, yaitu Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan dan Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara. Area lahan terbakar di Kecamatan Pemulutan lebih luas dibandingkan di Kecamatan Indralaya Utara. “Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir melaporkan total luas lahan terbakar, dengan rincian 4 Ha di Kecamatan Pemulutan dan sisanya di Kecamatan Indralaya Utara,” ujarnya sembari menambahkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan atas penyebab terjadinya kebakaran di dua titik tersebut.
BNPB terus melakukan koordinasi dengan BPBD terkait upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla di beberapa provinsi, seperti Sumatera Selatan, Jambi, Riau, dan beberapa provinsi lain di Kalimantan. BNPB selalu menekankan untuk langkah-langkah pencegahan dini sebelum titik api meluas, khususnya di lahan-lahan gambut. (nrd)



