Disapu Gelombang, Ditemukan Tewas Mengambang

BANYUASIN, SIMBUR – Kecelakaan di wilayah perairan kembali menelan korban jiwa. Korban adalah Anhar Tarihoran (26), ABK atau crew Tugboat atau TB Buana Vella II dan Tongkang (TK) Princes Capricon. Korban yang sempat hilang, diketahui warga KP Cibitung, RT 04/05, Talang Asing, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Insiden tersebut terjadi Kamis (18/2/21) sekitar pukul 22.30 WIB, di Perairan Prajen, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin. Siang sekitar pukul 15.00 WIB itu, korban Anhar bersama rekannya Irvan dari crew Tongkang Prince Capricons 2, warga Lorong Papa 1, LK 28, Kecamatan Belawan, Medan, Sumatera Utara, pegi belanja di Pasar Mariana.

Kemudian sekitar pukul 22.30 WIB, korban Anhar dan rekannya Irvan, hendak kembali ke kapal Tongkang Prince Capricon 2. Dimana kapalnya bersandar di dermaga Desa Prajen. Keduanya bergerak dengan menggunakan kapal ketek, yang dikemudikan serangnya Rendi (27) serang kapal ketek, warga Desa Prajen, Kecamatan Banyuasin 1, Banyuasin,

Nah, pada saat kapal ketek melintasi sungai, menuju ke kapal TB Buena Vela II dan TK Princes Capricon, tiba-tiba kapal oleng, akibat disapu gelombang sungai, yang menyebabkan kapal terbalik. Kejadian nahas itu, membuat Anhar hanyut terbawa arus, sedangkan rekannya Irvan dan Redi serang ketek, selamat.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Widodo SIk didampingi Kapos Airud Muara Kumbang Banyuasin Bripka Nopri, saat dikonfirmasi Simbur, membenarkan adanya insiden kecelakaan kapal di perairan tersebut.

“Tim Sar Dit Polairud Pos Muara Kumbang, bersama Basarnas Palembang, telah melakukan pencarian, sejak korban tenggelam pada Jumat (19/2/21) pukul 22.30 WIB malam. Alhamdullilah Sabtu (20/2/21) sekitar pukul 12.15 WIB, korban ditemukan. Dengan posisi mengapung Perairan Garcia, Desa Pematang Palas, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin,” terang Dir Polairud.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi Tim Sar dari Polair Muara Kumbang dan Basarnas Palembang, menuju Mako Dit Polairud Polda Sumsel dan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

Terpisah Kepala Basarnas Palembang Heri Marantika SH MH melalui Taufan Humas Basarnas Palembang, juga membenarkan Tim Sar gabungan telah menemukan jasad ABK kapal yang hilang akibat kecelakaan di perairan tersebut.

“Penyebab kapal terbalik, karena disapu gelombang. Gelombang ini akibat sapuan dari kapal speed yang melintas disana,” ungkap Taufan kepada Simbur, Sabtu (20/2/21) malam.

Sementara dr Mansuri dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang menegaskan, hari ini Sabtu (20/2/21) seorang ABK Kapal telah menjalani pemeriksaan medis. “Iya tadi sudah kita visum, kemudian ABK yang meninggal karena kecelakaan di kapal ini, juga sudah dibawa pulang ke rumah duka” tanggapnya. (nrd)

 

Share This: