Polda Sumsel Peduli Korban Pesawat Jatuh

PALEMBANG, SIMBUR – Pasca tragedi kecelakaan pesawat jatuh diantara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Dimana, 62 penumpang menjadi korbannya, termasuk warga Sumsel. Yakni Ryon Yogapratama alias Ebod (24) warga Jalan Kenanga II, Lintas Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II.

Ryon yang bekerja di perusahaan telekomunikasi ada dalam daftar manifesto pesawat SJ 182, baru lepas landas 4 menit saja. Ryon menjadi tulang punggung keluarga, satu istri dan dua anak balita. Tentunya kejadian itu memberikan dampak besar, bagi pihak keluarganya.

Maka dari itu, Minggu 10 Januari 2021 pukul 16.00 WIB, pihak kepolisian Polda Sumsel, melalui Polres Lubuk Linggau memberikan konselor yang dilakukan Aipda Tommy. Dengan mendatangi dan memberikan pendampingan atau konseling psikologis, bagi keluarga Korban jatuhnya pesawat SJ 182.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri MM didampingi Kabid Humas Kombes Pol Supriadi MM menegaskan, pendampingan ini sebagai upaya keperdulian dan empati Polda Sumsel.

“Bahwa tujuan dari pendampingan dari Konselor Polres Lubuk Linggau, yakni Aipda Tommy suatu bentuk kepedulian Polda Sumsel kepada masyarakat yang mendapatkan musibah kecelakaan pesawat,” ungkapnya.

Giat pendampingan ini pertama, Psychological First Aid atau PFA, bagi orang tua korban, istri dan kedua anak korban. Kedua  melakukan pendataan terkait ciri-ciri fisik Korban.

Ada pun hasil dari konselor, pertama orang tua korban sudah bisa diajak komunikasi, dengan sementara masih menunggu di Lubuk linggau. Kedua, istri korban masih syok dan belum mau berkomunikasi.

Lalu ketiga,  menyampaikan kepada keluarga yang lain untuk memantau dan mendampingi istri korban. Mangambil sampel DNA (Antemortem orang tua korban) akan dilakukan hari ini di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono SIK MM,  bersama perwira staf dan Polwan Polres Lubuklinggau (11/01/21) juga turut datang ke rumah korban, untuk memberikan bantuan dan pendampingan konseling kepada keluarga yang ditinggalkan Ryon.

“Kita memberikan pendampingan konseling, ikut mendoakan agar tim yang bekerja mencari penumpang dan puing pesawat SJ-182 segera mendapatkan titik terang,” ungkap Nuryono.

Perwakilan Jasa Raharja hadir dalam kesempatan, untuk memastikan data terkait korban, serta memastikan bahwa Ryon Yogatama.

Istri korban Vivi (25) yang didampingi keluarga dan anaknya berharap agar Suaminya segera mendapatkan kabar kejelasan. “Kami berharap tim disana menemukan suami saya, ayah (orangtua) suami saya sudah di Jakarta untuk diambil DNA nya,” ungkap Vivi. (red/rel)

Share This: