- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Hanya OKU Selatan Zona Kuning di Sumsel
PALEMBANG, SIMBUR – Meski baru saja menjadi tuan rumah event Sriwijaya Ranau Gran Fondo ( SRGF) Cycling Challenge 2020, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) merupakan satu-satunya zona kuning atau daerah dengan risiko rendah penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan pada pekan ini. Sementara, Ogan Ilir dan Banyuasin yang sebelumnya berada di zona kuning kini meningkat statusnya menjadi zona orange. Tidak ada zona merah dan hijau pada pekan ini di Sumsel. Data tersebut diketahui berdasarkan hasil analisis mingguan yang dilakukan tim pakar dan Satgas Covid-19 pusat per 15 November 2020.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, terjadi peningkatan daerah zona kuning atau risiko rendah dari 97 menjadi 121 kabupaten/kota. Meski demikian, apresiasi diberikan pada 53 kabupaten/kota yang berpindah dari zona orange ke zona kuning.
Wiku menambahkan, hal ini berarti mengalami perubahan yang baik setelah berminggu-minggu tidak ada perubahan pada zona orange, akhirnya mengalami perubahan yang baik dari risiko sedang menjadi risiko rendah. “Kepada provinsi-provinsi lainnya yang masih bertahan di zona orange atau zona merah, mohon dapat menekan angka kasus positif dan angka kematian, serta terus meningkatkan angka kesembuhan agar dapat segera berpindah ke zona kuning dan zona hijau,” ujar Wiku saat konferensi pers di Istana Presiden, Selasa (17/11).
Dijelaskan Wiku, penurunan jumlah daerah zona orange cukup banyak, dari 370 kabupaten/kota pekan lalu, menjadi 345 kabupaten/kota pada pekan ini. Semetara, zona merah atau zona risiko tinggi, dari 27 kabupaten/kota menjadi 28 kabupaten/kota. Lalu pada zona hijau tidak ada kasus baru meningkat dari 9 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota. Pada zona hijau tidak terdampak menurun dari 11 menjadi 10 kabupaten/kota.
Disebutkan Wiku, Sumatera Selatan termasuk lima besar provinsi di Indonesia dengan persentase kematian tertinggi. “Persentase meninggal tertinggi berada di Jawa Timur 7,15 persen, Sumatera Selatan 5,37 persen, Nusa Tenggara Barat 5,20 persen, Bengkulu 4,49 persen dan Jawa Tengah 4,36 persen,” rincinya.
Hasil penelusuran lain, masih ditemukan perbedaan data kasus sembuh antara Satgas Covid-19 pusat dan daerah. Per 18 November 2020, Satgas pusat merilis kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel bertambah 50 sehingga totalnya menjadi 8.855 orang. Jumlah kasus sembuh bertambah 42 sehingga menjadi 7.219 orang. Kasus meninggal bertambah 3 sehingga menjadi 476 orang.
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri memaparkan, kasus konfirmasi baru positif Covid-19 di Sumsel per 18 November 2020 bertambah 50 orang. Berasal dari Palembang 28 orang, Lubuklinggau 3 orang, Musi Banyuasin 10 orang, Banyuasin 4 orang, Pali 2 orang, OKU 1 orang, dan Prabumulih 2 orang. “Total kasus positif Covid-19 di Sumsel 8.855 orang,” ujar Yusri, Rabu (18/11).
Selanjutnya, kasus sembuh di Sumsel bertambah 37 orang. Berasal dari Palembang 17 orang, OKU Timur 3 orang, Musi Banyuasin 8 orang, Banyuasin 1 orang, Pagaralam 1 orang, Muratara 1 orang, OKU 3 orang, dan Prabumulih 3 orang. “Total kasus sembuh sebanyak 7.308 orang atau 82,52 persen,” jelas Yusri.
Kasus meninggal, lanjut dia, bertambah 3 orang. Berasal dari Pagaralam 1 orang, Lahat 1 orang, dan Prabumulih 1 orang. “Total kasus meninggal di Sumsel 476 orang 5,37 persen,” sebutnya.
Adapun kasus selesai berjumlah 7.784 orang (sembuh 7.308 orang dan meninggal 476 orang. Dengan demikian kasus aktif di Sumsel sebanyak 1.071 orang. Total suspect 24.053 orang, terdiri dari probable 342 orang, konfirmasi 4.742 orang, discarded 17.447 orang, dalam proses 1.522 orang, dan kasus suspect baru 229 orang.(red)



