- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Lahat Naik Status Zona Merah, Muara Enim Turun ke Zona Orange
# Empat Lawang, Musi Rawas Utara, dan Pagaralam dari Risiko Rendah Menjadi Sedang
# Sumsel Masih Bertahan di Lima Besar Persentase Kematian Tertinggi
JAKARTA, SIMBUR – Jumlah zona merah atau daerah berisiko tinggi dikabarkan meningkat dari 41 menjadi 58 daerah di Indonesia. Data tersebut dirilis tim pakar Satgas Covid-19 pusat per 20 September 2020. Kabupaten Lahat bersama 38 daerah lainnya di Indonesia naik dari zona orange menjadi zona merah.
“Kami berharap semua daerah itu semoga minggu depan zonanya dapat berada di zona sedang atau orange,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).
Sementara, Kabupaten Muara Enim yang pekan lalu berada di zona merah berhasil turun ke zona orange. Bukan hanya itu, tiga daerah di Sumsel, yakni Empat Lawang, Musi Rawas Utara, dan Pagaralam bersama 47 daerah di Indonesia naik dari zona kuning atau daerah berisiko rendah menjadi zona orange atau daerah berisiko sedang.
Terdapat peningkatan jumlah zona orange dari 293 menjadi 304 daerah. Sementara, terjadi penurunan jumlah zona kuning dari 129 menjadi 111 daerah. Demikian halnya zona hijau mengalami penurunan jumlah. Daerah tidak ada kasus baru berkurang dari 29 menjadi 21. Daerah tidak terdampak berkurang dari 22 menjadi 20.
Di Sumsel sendiri terdapat 1 daerah zona merah, 12 zona orange, 4 zona kuning, dan tidak ada zona hijau. Zona merah atau daerah berisiko tinggi yakni Lahat. Zona orange atau daerah berisiko sedang terdiri dari Banyuasin, Empatlawang, Lubuklinggau, Pagaralam, Palembang, Prabumulih, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan Pali. Sementara, zona kuning atau daerah berisiko rendah meliputi Ogan Ilir, OKI, OKU Timur, dan OKU Selatan.
Dijelaskan Wiku, per 22 September 2020 jumlah kasus aktif mencapai 58.778 (23,2 persen) hampir menyamai rata-rata dunia 23,5 persen. Jumlah kasus sembuh 184.298 (72,9 persen) lebih rendah dari rata-rata dunia 73,4 persen. Jumlah kasus meninggal 9.837 (3,9 persen) lebih tinggi dari rata-rata dunia 3,07 persen.
Masih kata Wiku, persentase kasus kematian tertinggi terdiri dari Jawa Timur (7,29 persen), Jawa Tengah (6,47 persen), Sumatera Selatan (6,04 persen), dan Nusa Tenggara Barat (5,91 persen), dan Bengkulu (5,85 persen). “Cara untuk menurunkan persentase kematian, harus dijaga agar tidak ada peningkatan. Lima daerah ini harus menurunkan persentase kematian, paling tidak sama dengan rata-rata nasional,” tegasnya. (red)



