- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Penilaian Tujuh Kabupaten/Kota Layak Anak di Sumsel Tertunda akibat Covid-19
PALEMBANG, SIMBUR – Penilaian tujuh kabupaten/kota layak anak di Provinsi Sumatera Selatan tahun ini tertunda akibat Covid-19. Ketujuh daerah tersebut meliputi Prabumulih, Lahat, Pagaralam, Banyuasin, OKU, OKU Selatan dan OKU Timur.
“Untuk semua persyaratan sudah siap bahkan tinggal penilaian oleh tim pusat. Karena adanya Covid-19 maka ditunda. Untuk penilaiannya akan dilakukan tahun depan (2021),” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumsel, Henny Yulianti belum lama ini.
Menurut Henny, pihaknya optimis tujuh daerah yang diajukan ini akan lulus penilaian menjadi kabupaten/kota layak anak. “Kalau tujuh kabupaten/kota ini sudah menjadi kabupaten/kota layak anak maka tinggal sedikit lagi di Sumsel yang belum menjadi kabupaten/kota layak anak,” ungkapnya.
Hingga kini, lanjut Henny, baru enam kabupaten layak anak yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. “Kalau sekarang ini sudah ada enam yang menjadi kabupaten/kota layak anak yaitu Palembang, Lubuklinggau, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin dan Pali,” terangnya.
Sementara, hingga 2023, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menargetkan 17 daerah menjadi kabupaten/kota layak anak. “Kami target 2023 nanti semua daerah yang ada di Sumsel menjadi kabupaten/kota layak anak,” ujar Henny Yulianti.
Henny menambahkan, pihaknya juga optimis pada 2023 nanti semua kabupaten/kota yang ada di provinsi sumsel sudah menjadi kabupaten/kota layak anak. “Sekarang sudah ada enam. Pada 2021 ada tujuh. Sisanya akan kami kejar pada 2022. Dengan begitu maka Sumsel akan menjadi provinsi layak anak,” tandasnya.(cws01)



