- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sebanyak 80 Petugas, Napi dan Mitra Lapas Jalani Rapid Test
WAYKANAN, SIMBUR –
Sebanyak 80 pegawai, warga Binaan serta Mitra Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Way Kanan menjalani rapid test Covid-19, Kamis (17/9). Tes tersebut sebagai langkah preventif mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Lapas Way Kanan.
“Alhamdulillah seluruh petugas, warga binaan serta pihak ketiga/ mitra yang setiap hari keluar masuk lapas dinyatakan dalam hasil rapid test tersebut non reaktif (negatif). Kami juga ucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Way Kanan dan Tim Medis Puskesmas Negeri Baru yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini dengan menyediakan rapid test dan alat pelindung diri (APD) lainnya,” ujar Kepala Lapas Kelas II B Way Kanan, Syarpani belum lama ini.
Menurut Syarpani, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan lapas. Misalnya dengan masih meniadakan kunjungan kepada warga binaan yang telah berlangsung selama pandemi covid-19 dan enerapkan protokol kesehatan untuk setiap yg ingin memasuki lapas. “Kami harap seluruh pihak harus patuh dan disiplin dalam melaksanakan setiap protokol kesehatan yang ditetapkan,” tambahya.
Dokter PKM Negeri Baru, dr Aprilia Diah Pitaloka menyampaikan bahwa kunci dari bisa memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah disiplin terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan. “Kita bisa melihat sama-sama. Kalau kita bisa disiplin melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat keluar, rajin cuci tangan/ menggunakan hand sanitizer, physcal distancing dan tetap di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, angka penularan Covid-19 semakin menurun. Saya perhatikan di Lapas Way Kanan seluruh protokol telah diterapkan dan alhamdulillah pencegahan tersebut dinilai efektif,” ujarnya.
Meski hasilnya tadi non reaktif, tambah dr Aprilia, tentu bukan berarti bebas dari virus, akan tetapi kita tetap harus mempertahankan hasil dan keadaannya. “Jangan sampai ada satu orang pun yang termasuk dalam kategori ODP, PDP atau positif Covid-19,” tutupnya.(rgs)



