- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Satu Warga Meninggal Dunia akibat Tanah Longsor
JAKARTA, SIMBUR – Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Remu Selatan, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat. Kabar tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (19/9).
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan, peristiwa bencana tanah longsor itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (18/9) pukul 16.45 WIT. “Longsor tersebut juga dipicu oleh kondisi struktur tanah yang labil,” ungkap Raditya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9).
Adapun kerugian materiil, lanjut Raditya, satu rumah dengan kondisi rusak berat (RB) akibat tertimbun longsor. Karena itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong telah melakukan kaji cepat. “Membantu proses evakuasi bersama warga setempat dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” jelasnya.
Sementara, wilayah Papua Barat masih berpotensi terjadi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang hingga Minggu (20/9). Hal itu, tambah dia, berdasar prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Selain Papua Barat, wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi cuaca yang sama meliputi Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timu. Selanjutnya, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
“Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana,” tandasnya.
Diketahui, BNPB mencatat 2.056 bencana yang terjadi di Indonesia hingga 19 September 2020. Terdiri dari gempa bumi 13, letusan gunung api 5, karhutla 302, kekeringan 22, banjir 770, tanah longsor 377, angin puting beliung 541, gelombang pasang 25, dan 1 pandemi Covid-19.
Adapun dampak bencana alam tersebut dari 1 Januari hingga 19 September 2020, sebanyak 282 orang meninggal dunia, 427 orang luka-luka, 25 orang hilang, dan 4.274.544 orang mengungsi. Sementara, dampak lainnya 30.643 rumah rusak (6.614 rusak berat, 4.692 rusak sedang, dan 19.337 rusak ringan). Ada 1.419 fasilitas umum yang rusak, terdiri dari 633 fasilitas pendidikan, 658 fasilitas peribadatan, 128 fasilitas kesehatan. Terdapat 128 bangunan kantor dan 340 jembatan mengalami kerusakan.
Dampak bencana non-alam epidemi Covid-19 per 19 September 2020 terdiri dari 240.687 orang terkonfirmasi positif, 9.448 orang meninggal, dan174.350 orang sembuh. Dari 34 provinsi dengan 493 kabupaten/kota terdampak, suspek 107.683 orang.(red)



