Lahat dan Lubuklinggau Turun ke Zona Orange, Muara Enim Bertahan di Zona Merah

# Sumsel Lima Besar Persentase Kematian Tertinggi

JAKARTA, SIMBUR – Jumlah zona merah atau daerah berisiko tinggi dikabarkan turun dari 70 menjadi 41 daerah. Kabupaten Lahat dan Kota Lubuklinggau bersama 34 daerah lainnya di Indonesia berhasil turun dari zona merah menjadi zona orange. Data tersebut dirilis tim pakar Satgas Covid-19 pusat per 13 September 2020.

“Kami perlu menghargai 34 kabupaten/kota ini karena telah mampu mengendalikan risiko daerahnya menjadi lebih baik,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).

Wiku menambahkan, ada 23 daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Muara Enim yang selama tiga minggu berturut-turut tidak mengalami penurunan, masih berada di zona merah. “Kami sampaikan, karena ini menjadi alarm buat kita secara nasional. Jangan sampai berlarut-larut zona risikonya ini karena akan membahayakan keadaan, keselamatan masyarakat di 23 daerah tersebut,” terangnya.

Dijelaskannya, per tanggal 15 September 2020, jumlah kasus aktif mencapai 55.000 (24,4 persen) hampir menyamai rata-rata dunia 24,57 persen. Jumlah kasus sembuh 161.065 (71,6 persen) lebih rendah dari rata-rata dunia 72, 2 persen. Jumlah kasus meninggal 8.965 (4,0 persen) lebih tinggi dari rata-rata dunia 3,16 persen. “Ini adalah pekerjaan kita bersama agar bisa menurunkan angka kematian lebih rendah dari rata-rata dunia,” harapnya.

Masih kata Wiku, Covid-19 belum selesai di Indonesia dan daerah. Masih memiliki laju peningkatan tinggi per 100 ribu penduduk, kenaikan sekitar 10,4 persen. Sementara, kasus kematian tertinggi terdiri dari Jawa Timur (7,25 persen), Jawa Tengah (6,45 persen), Bengkulu (6,44 persen),  Sumatera Selatan (5,94 persen),  dan Nusa Tenggara Barat (5,89 persen). “Perlu menjadi perhatian provinsi tersebut agar bisa menurunkan angka kematian. Paling tidak sama dengan rata-rata nasional,” tegasnya.

Sementara, ada sembilan provinsi yang menjadi target penanganan pemerintah pusat meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali. “Target diharapkan penurunan penambahan kasus harian, peningkatan angka kesembuhan, dan penurunan angka kematian. Target harus dicapai selama dua minggu ke depan,” paparnya.(red)