Pencatatan Data Covid-19 di Sumsel Tidak Sinkron, Belum Ada Lonjakan Kasus

PALEMBANG, SIMBUR – Kembali ditemukan perbedaan data kasus Covid-19 di Sumatera Selatan yang dirilis Satgas pusat dan provinsi. Perbedaan data kali ini ditemukan pada jumlah kasus sembuh di Sumsel per tanggal 7 September 2020.

Satgas pusat merilis data sembuh di Sumsel bertambah 30 sehingga totalnya menjadi 3.408 kasus. Terdapat penurunan jumlah pasien sembuh dengan komparasi 47 pasien kemarin (6/9). Sementara, Satgas Sumsel merilis data sembuh bertambah 31 sehingga totalnya menjadi 3.419 kasus. Sehari sebelumnya Satgas Sumsel mencatat penambahan 41 kasus sembuh. “Pencatatan tidak sinkron,” ungkap Prof Yuwono MBiomed, pakar virus dan juru bicara Satgas Covid-19 Sumsel, Senin (7/9).

Kasus positif dan meninggal antara Satgas pusat dan Sumsel sama. Keduanya merilis data yang sama, jumlah kasus meninggal bertambah 3 sehingga totalnya 281 kasus. Demikian data konfirmasi positif, baik Satgas pusat maupun Sumsel sama-sama merilis penambahan 70 sehingga totalnya menjadi 4.745 kasus. Terdapat peningkatan kasus positif dengan komparasi 15 kasus kemarin. “Kalau penambahan sampai angka 70 atau hampir 100 pun berarti belum ada lonjakan. Karena yang diperiksa 800 spesimen,” ungkap Yuwono.

Diketahui, Satgas Covid-19 Sumsel mencatat, per 7 September 2020 jumlah suspek 1.957 kasus, probable 299 kasus. Sampel yang diperiksa dari 17 kabupaten/kota berjumlah 22.085 kasus dengan hasil negatif 12.517 kasus dan 1.045 kasus aktif.

Sementara, jumlah konfirmasi Covid-19 di Indonesia dari 34 provinsi dengan 489 kabupaten/kota terdampak per 7 September 2020 berjumlah 196.989 orang. Suspek 89.992 orang dengan 18.412 spesimen. Kasus sembuh 140.652 orang. Kasus meninggal 8.130 orang.(kbs)