- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bukan Konspirasi, Covid-19 Ancaman Nyata
JAKARTA, SIMBUR – Penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di tengah masyarakat. Jumlah konfirmasi positif pada Selasa (28/7) mencapai angka 102.051 kasus. Ini menunjukkan virus penyebab Covid-19 sebagai ancaman bahaya terhadap masyakarat.
Sebagian orang melihat kenyataan penyebaran virus SARS-CoV-2 merupakan sebuah konspirasi. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Bakti Bawono Adisasmito saat konferensi pers di Media Center, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (28/7).
“Seperti yang dilihat bersama, kasusnya semakin lama semakin meningkat. Tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Sudah banyak korban yang berjatuhan. Banyak tenaga kesehatan yang gugur. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di tempat lain di dunia,” ujarnya.
Ia mengimbau masyakarat untuk tidak lengah. Kondisi saat ini dibuktikan dengan data yang riil dan yang dihadapi hampir seluruh negara di dunia. “Jadi, bukan berupa konspirasi. Kami mohon agar semua pihak melihat apa yang terjadi di angka yang ada di seluruh dunia. Kita betul-betul menjaga keamanan dan keselamatan anggota keluarga semuanya,” imbaunya.
Selanjutnya, Wiku berpesan setiap individu untuk memberikan pesan yang baik kepada publik. Ia mengharapkan siapa pun sebagai figur publik untuk menjaga dan menyampaikan pesan kepada masyarakat berdasarkan data dan informasi yang benar, dari sumber terpercaya.
“Silakan bertanya kepada para pakar agar informasinya bisa disampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mengikutinya dengan baik,” lanjut Wiku yang juga ditunjuk sebagai Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19.
Ia menekankan informasi yang disampaikan kepada masyarakar diharapkan tidak memberikan bencana, tetapi manfaat kepada masyarakat yang mendengar. “Ini menjadi tugas kita bersama untuk bersatu melawan Covid-19 agar bangsa kita bisa selamat,” ujar Wiku.
Terkait penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19, satgas mencatat kasus baru per Selasa (28/7) berjumlah 1.748 kasus. Jumlah tertinggi teridentifikasi di DKI Jakarta dengan penambahan 409 kasus, Provinsi Jawa Timur 313, Jawa Tengah 185, Sulawesi Selatan 132 dan Jawa Barat 128.
Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 2.366 kasus. Total kesembuhan hingga hari ini bertambah menjadi 60.539 kasus. Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar pasien sembuh dalam data harian, ada 627 kasus sembuh, dengan total kesembuhan ada 3.567 kasus. Lalu kedua terbanyak berada di provinsi Jawa Timur dengan 401 kasus sembuh, total kesembuhan 13.081 kasus. DKI Jakarta menjadi terbanyak ketiga dengan 376 kasus sembuh dengan total kesembuhan mencapai 12.367 kasus.
Selanjutnya, laju kasus kematian dalam beberapa hari belakangan cukup terkendali. Kasus kematian harian tidak terpaut jauh dari beberapa hari sebelumnya. Data terbaru menyatakan ada 63 kasus kematian baru yang menambahi total kematian menjadi 4.901 kasus. Kasus kematian tertinggi hari ini berada di Jawa Timur dengan jumlah 22 kasus. Diikuti DKI Jakarta dengan 15 kasus dan ketiga terbanyak berada di Jawa Tengah sebanyak 8 kasus. Total kematian terakhir mencapai 4.901 kasus.(red)



