- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Harapkan Partisipasi Media Massa terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat Aman Covid-19 dan Produktif
# Didukung Kolaborasi Pentaheliks Lainnya
JAKARTA, SIMBUR – Penularan virus SARS-CoV-2 belum menunjukkan angka penurunan hingga kini. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Senin (27/7), mencatat jumlah konfirmasi positif mencapai 100 ribu kasus.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pihaknya sedang menyusun strategi sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif yang arahnya sampai ke tingkat desa. Ini diharapkan kepatuhan masyarakat akan menjadi lebih baik.
Tema-tema sosialisasi yang dipilih, lanjut Doni, agar mudah dipahami masyarakat. Doni mencontohkan tema jaga jarak atau hindari kerumunan. “Untuk ini, kami berharap media massa turut ikut berpartisipasi dalam perubahan perilaku masyarakat,” ungkap Doni Monardo dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/7).
Menyikapi masih adanya penularan Covid-19 di tengah masyarakat, tambah Doni, Presiden Joko Widodo telah menugaskan untuk melakukan upaya sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif. Ini bertujuan untuk menghentikan laju penularan, khususnya diprioritaskan di delapan provinsi.
“Perlunya perubahan perilaku dengan sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif. Satgas akan meningkatkan kolaborasi pentaheliks berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran tokoh-tokoh di daerah. Termasuk tokoh agama, tokoh, masyarakat, termasuk melibatkan juga antropolog, sosiolog dan psikolog,” ujarnya.
Doni mengajak untuk melihat sejarah saat wabah flu Spanyol yang terjadi pada periode Maret 1918 – September 1919. Saat itu, berdasarkan catata sejarah wabah flu di Pulau Jawa menjangkiti sekitar 4 juta penduduk. “Ini peristiwa yang harus kita petik pelajaran dari kasus tersebut, dimana pemerintah Hindia Belanda melakukan terobosan untuk mengubah perilaku masyarakat melalui pendekatan budaya, yaitu melalui sosialisasi dengan wayang,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan permintaan Presiden khususnya di delapan provinsi untuk menurunkan angka kasus, mengurangi angka kematian semaksimal mungkin dan meningkatkan angka Kesehatan. Sejak menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni mengajak unsur pentaheliks untuk turut aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Menurutnya, penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Pentaheliks dalam penanggulangan bencana, menurut Doni, melibatkan unsur pemerintah, pakar atau akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media massa. “Melalui peran yang dimiliki oleh setiap unsur atau heliks, penyelenggaraan penanggulangan bencana akan dapat berlangsung secara optimal,” tandasnya.(red)



