- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Jadi 143, Pasien Sembuh 22 dan Meninggal 4 Orang
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan bertambah 13 orang. Dengan demikian, jumlah kasus positif Corona di Bumi Sriwijaya per 28 April 2020 menjadi 143 orang. Hal itu diungkap juru bicara gugus tugas Covid-19 Sumsel, dr Zen Ahmad saat video conference, Selasa (28/4).
“Jumlah sampel positif Covid-19 sampai hari ini di Sumsel 143 orang. Per 28 April 2020 sampai sore ini mendapat (penambahan) kasus terkonfirmasi positif sebanyak 13 orang,” ungkap Zen.
Dijelaskannya, dari 13 orang tersebut, usia termuda 18 tahun dan tertua 72 tahun. Kebanyakan laki-laki, mayoritas domisili di Palembang. Banyuasin 1 orang, Muara Enim 1 orang, OKI 1 orang, dan Lubuklinggau 1 orang. Sisanya, lanjut Zen, berasal dari Palembang. “Kasus impor 3 orang. Masih dalam penyelidikan 1 orang. Sisanya kasus transmisi lokal,” terangnya.
Disampaikan pula, total jumlah sampel yang diperiksa 741 orang, baik OTG, PDP, maupun ODP. Sementara, sampel negatif 153 orang dan masih dalam proses pemeriksaan 445 orang.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 3.699 orang, selesai dalam pantauan 2.218 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.481 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 182 orang. Sebanyak 105 sudah pulang karena negatif, serta masih dalam pengawasan 77 orang. Dengan demikian, ada penambahan 18 kasus PDP.
“Selain pasien positif, hari ini mendapat 4 penambahan kasus sembuh sehingga menjadi 22 orang. Empat kasus sembuh ini semuanya dari Palembang,” ungkapnya.
Untuk kasus meninggal, sebutnya lagi, ada penambahan 1 kasus jadi total pasien meninggal 4 orang. “Dari Banyuasin, kasus yang pertama. Yang meninggal ada gagal ginjal,” terang Zen selaku dokter yang merawat pasien tersebut.
Zen juga menjelaskan, sehubungan dengan puasa, banyak orang berkumpul membeli takjil, baik di pasar tradisional maupun pasar beduk. “Pergi ke tempat tersebut tidak ada jarak. Tentu ssngat memungkinkan terjadinya penyebaran kuman Corona. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga jarak, termasuk di pasar saat membeli bukoan,” sarannya.
Kemudian, pesan Zen, biasakan memakai masker karena fungsinya ada dua. “Melindungi diri dari orang lain yang terkena Covid. Melindungi orang lain jika kita terkena covid karena tanpa gejala,” tandasnya.(kbs)



