- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Pemeriksaan Tergantung Alat, Sumsel Baru Punya Satu Sentrifus
PALEMBANG, SIMBUR – Pemeriksaan sampel spesimen Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan kembali tertunda. Pasalnya, selain kehabisan bahan reagen, alat untuk mengecek sampel virus Corona dikabarkan masih kurang. Hal itu diungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel saat video conference, Rabu (22/4).
“Sebenarnya pemeriksaan laboratorium tergantung alat. Alat lama nananya centrifuge (sentrifus), yakni alat untuk memutar sampel. Satu alat sekali berputar cuma 96 sampel. Ada bantuan alat baru yang bisa memeriksa hampir 200-an sampel per hari,” ungkapnya.
Yusri berharap alat sentrifus bisa segera tiba di Palembang sehingga dapat mengidentifikasi lebih banyak sampel. “Mudah-mudahan akan ada penambahan alat. Kami akan merelokasi alat, dijadikan dalam suatu tempat sehingga bisa menghasilkan 500 sampel per hari,” terangnya.
Diungkap Yusri, tidak ada penambahan jumlah pasien positif Covid-19. “Kasus konfirmasi positif baru Covid-19 per 22 April 2020 untuk Pemprov Sumsel nihil atau tidak ada,” sebutnya.
Disampaikan pula, total jumlah sampel yang diperiksa 405. Orang tanpa gejala 281, PDP 140, dan PDP 24. “Adapun sampel positif 89, negatif 123 dan masih dalam proses pemeriksaan 193,” paparnya.
Lanjut Yusri, jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 2.981 orang, selesai dalam pantauan 2.052 orang, dan masih dipantau sebanyak 929 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 131 orang. Sebanyak 72 sudah pulang karena negatif, serta masih dalam pengawasan 59 orang. “Penambahan PDP baru hari ini ada 17 orang,” terangnya seraya menyebutkan, jumlah pasien sembuh ada 4 orang, 2 orang dari OKI, 1 dari Palembang, dan 1 orang lagi dari luar kota. Kasus meninggal berjumlah 3 orang. “Kasus sembuh cukup lambat karena berapa hari ini kami menunggu hasil,” tutupnya.(kbs)



