- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Profesor Asal Sumsel Temukan “Gula” Antivirus Corona
PALEMBANG, SIMBUR – Peneliti asal Sumsel, Prof Dr Ir H Faisal Rizal MKes menemukan gula antivirus untuk mencegah penularan maupun penyembuhan pasien positif Covid-19. Prof Faisal menjelaskan, antivirus temuannya tersebut bukan merupakan bahan kimia.
Menurut dia, ide melakukan penelitian sehingga menghasilkan antivirus Covid-19 setelah dirinya merasakan dampak dari dahsyatnya virus asal Wuhan Cina. “Ini berupa makanan yang bisa dikonsumsi setiap hari,” kata Faisal.
Faisal putra asli Sumsel menuturkan, antivirus temuannya sudah menunjukkan bukti keberhasilan saat dikonsumsi orang yang positif Covid-19. “Tingkat keberhasilannya sudah ada. Datanya kami dapat dari beberapa rumah sakit di luar Sumsel. Ada beberapa pasien yang sembuh. Proses penyembuhannya biasanya tidak lebih dari lima hari,” terangnya.
Dikatakannya, cara kerja gula antivirus temuannya tersebut yakni memecah protein. Karena Covid-19 ini berpantangan diberi protein. “Covid-19 ini akan cepat menyebar dan membelah diri jika pasien tersebut diberi protein. Artinya pasien pantang untuk diberi protein. Antivirus ini bisa memecah protein dalam tubuh kita sehingga kita tehindar dari Covid-19,” jelasnya.
Terlebih, lanjutnya, pasien tersebut mempunyai riwayat penyakit lain dan memiliki imunitas rendah. Tentu hal itu akan semakin mempercepat terserang Covid-19. “Kedua, ini bisa memecah glukosa menjadi kalori. Sebab glukosa merupakan energi bagi Covid-19 ini. Jadi protein digunakan Covid-19 untuk membelah atau memperbanyak turunannya, dan glukosa adalah energinya. Sebab itu, gula dikemas dengan teknologi yang mampu menangani itu,” paparnya.
Dia memastikan, gula antivirus Covid-19 ini tidak ada dampak sama sekali di dalam tubuh. “Dampaknya, kita memiliki imunitas yang kuat. Tidak ada dampak buruk yang dihasilkan. Cara mengonsumsinya bisa sama seperti mengkonsumsi gula biasa. Dan saya tekankan ini tidak akan memengaruhi gula darah,” tandasnya.
Gubernur Herman Deru pun memberikan apresiasi atas penemuan tersebut. “Kami sangat apresiasi langkah yang dilakukan Prof Faisal. Pemprov Sumsel tentu mendukungnya,” kata Gubernur, Selasa (21/4).
Temuan antivirus berupa produk gula yang diketahui menggunakan light technology tersebut mampu memecah protein menjadi asam amino sehingga diklaim bisa memprecepat pencegahan dan pengobatan Covid-19. “Dari yang telah dipaparkan itu, saya tertarik agar ini disebarluaskan di Sumsel,” tuturnya.
Terlebih, Gubernur sendiri juga langsung mencoba gula tersebut di sela paparan tersebut. “Saya secara pribadi langsung mengonsumsinya. Mudah-mudahan ini bisa menjawab ketakutan masyarakat karena beranggapan Covid-19 ini belum ada vaksinnya. Saat ini tinggal dinas terkait untuk mengkanalisasinya,” terangnya.
Gubernur meminta agar gula tersebut dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dampaknya. “Tapi saya yakin ini baik. Apalagi dalam paparan yang dilakukan Prof Faisal disertai uji sehingga ini sangat meyakinkan. Jika memang tidak ada dampak yang berarti, sebar saja ke masyarakat,” tegasnya.(kbs)



