- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Pemalak Sopir Truk di Jl Macan Lindungan Mendekam di Jeruji Besi
PALEMBANG, SIMBUR – Kelompok geng Macan Lindungan ternyata belum kapok setelah salah satu anggotanya tewas tertembak saat beraksi dan meresahkan sopir truk yang melewati wilayah tersebut. Terbaru, dua orang anggota geng kembali memeras sopir truk bahkan sampai melakukan pengancaman dan perusakan dengan menggunakan sebuah palu.
Celakanya, aksi kobi yang dilakukan dua pemalak itu terekam oleh warga yang kemudian diviralkan di media sosial. Alhasil, tidak sampai 24 jam, gerombolan tersebut berhasil diamankan anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Rabu (25/9) siang.
Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, AKBP Yudhi Suhariadi, mengatakan saat melihat aksi viral itu lalu meminta anggotanya menangkap kedua pelaku. Tim yang dipimpin Kanit III Kompol Junaidi dan Katim I Aiptu Heri Kusuma Jaya segera memburu para pelaku. Saat tiba di lokasi, polisi hanya menemukan barang bukti palu dan jaket yang dipakai saat beraksi.
“Salah satu pelaku, Muslim Hermanto (22) ditemukan di rumah permanen di kawasan BSI Macan Lindungan saat bersembunyi di sudut rumah. Selain Muslim tiga orang pelaku lain yang ditangkap adalah Fadli (24). Satu pelaku kami tangkap saat sembunyi di dalam rumah dan satu pelaku lagi ditangkap di Pulo Gadung,” ungkapnya.
Sementara, dari keterangan Muslim, dari hasil kejahatannya dia mendapat uang Rp110 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli lem dan minuman keras dan modal untuk kawin. Muslim juga mengaku membawa palu untuk berjaga-jaga. “Kemarin dapet Rp 110 ribu. Itu uang dari sopir truk. Saya sudah beberapa kali. Ketika ngamen saya dan Fadli malak,” akunya dengan wajah memelas dan mengaku jika dirinya mendapat palu dari YS (15).
Dilanjutkan, sebenarnya pada kejadian itu, jumlah anggota geng sekitar 10 orang dengan modus mengamen saat lampu merah menyala. “Saya menyetop (mobil truk) di lampu merah. Saya terlebih dulu ngamen, mobil bernomor polisi BG itu seikhlasnya saja, atau bisa ngasih rokok lima batang dan uang Rp 500. Kalau berplat luar, saya minta tambah lagi Rp2 ribu. Kalau sopirnya pelit dan tidak mau memberi, saya pecahkan kaca mobil dengan palu,” tuturnya.
Muslim tidak menyangka jika aksi yang terlanjur viral itu justru akan mengantarnya ke bui untuk kelima kalinya. “Saya menyesal. Untuk teman-teman saya yang masih di luar sana (bebas), berhentilah jadi begal dan tidak menodong. Lebih baik bekerja yang benar walau hanya jadi petugas sapu jalan. Waktu tidak bisa diulang kembali,” sesalnya sembari terisak.
Menurut pengakuan sopir truk, Doni Panjaitan (35), saat berhenti di simpang Macan Lindungan, para pemalak itu sempat mengejar mobilnya, kemudian dirusak oleh palaku. “Saat berhenti di lampu merah Macan Lindungan, mereka mengejar mobil saya. Setelah itu minta uang sambil mengancam saya. Padahal, saya tidak pernah berkata kasar kepada dia (Muslim),” akunya.
Karena merasa terancam, akhirnya Doni memberi uang kepada Muslim. Namun, tetap saja Muslim tidak terima dan melakukan perusakan. “Saya kasih Rp40 ribu dengan menyicil. Tapi dia marah dan memukul mobil pakai palu. Karena terancam, saya berlari ke Pertamina arah Musi II. Untungnya, di sana ada polisi dan saya melaporkan kejadian itu,” lanjutnya. (rgs)



