- Tingkatkan Sinergi dan Pengabdian saat Upacara Hari Kemerdekaan
- TNI Jaga Kedaulatan NKRI di Tengah Dinamika Geopolitik dan Perang Siber
- Peringati HUT Ke-81 RI di Lokasi Gempa NTT
- Bertambah Jadi 53 Korban Tewas, 137 Orang Terluka, dan 5.488 Warga Dievakuasi akibat Gempa NTT
- Renungan Suci, Kenang Jasa Pahlawan
Tingkatkan Sinergi dan Pengabdian saat Upacara Hari Kemerdekaan
PALEMBANG, SIMBUR – Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 berlangsung khidmat. Upacara dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto selaku inspektur upacara. Diikuti secara virtual oleh jajaran Forkompinda Sumsel dari Griya Agung Palembang, Senin (17/8).
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A. mengatakan mengikuti upacara secara virtual menjadi wujud penghormatan dan rasa syukur atas perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia meraih kemerdekaan.
Menurut Pangdam, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga keutuhan NKRI. “Meningkatkan sinergi dan pengabdian dalam mewujudkan Indonesia Berdaulat, adil dan makmur,” ujar Pangdam.
Selanjutnya, upacara penurunan Bendera Merah Putih pada sore harinya dihadiri sekitar 500 tamu. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin bersama sejumlah pejabat TNI-Polri dan unsur pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan.
Prosesi dan rangkaian upacara penurunan Bendera Merah Putih oleh Paskibraka Provinsi Sumsel berlangsung tertib dan lancar, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Andhika Bhayangkari serta diwarnai persembahan obade dan marching band pelajar Kota Palembang, kegiatan selesai pada pukul 17.36 WIB dalam keadaan aman dan khidmat.
“Momentum untuk memperkokoh semangat nasionalisme serta rasa cinta tanah air dalam memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Kasdam.(red/rel)



