Sumsel Bangun Rumah Murah Bersubsidi bagi Anggota TNI/Polri dan ASN

PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama Dirjen Penyedian Perumahan Kementerian PUPR RI, Khalawi Abdul Hamid melakukan pencanangan dan ground breaking pembangunan perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land Palembang di kawasan Perumahan Citra Grand City Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, Sabtu (24/8). Pembangunan perumahan pencanangan BPS Land Palembang merupakan bagian dari peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas).

Perumahan yang bersubsidi dengan developer BPS Cipta Asri Griya yang berada di kawasan Citra Grand City diperuntukan bagi ASN, TNI/Polri. Termasuk juga umum dibangun di atas tanah seluas 50 Hektar sebanyak 3.000 unit rumah bertipe 36 dan 72. Gubernur Sumsel, H Herman Deru menilai kebutuhan akan rumah sangat besar bahkan Presiden RI Joko Widodo pun mencanangkan program satu juta rumah. “Saya bangga atas dilakukannya pencanangan perumahan ini,” katanya mengawali sambutan.

Menurutnya, perumahan yang berada di kawasan Citra Grand City merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang membeli rumah dikawasan tersebut. Oleh karena itu, dia berharap pembangunan perumahan ini harus memiliki kualitas baik dilengkapi fasilitas umum yang layak dengan tetap memerhatikan aspek keamanan dan kenyamanan warga. Bahkan dirinya  sebagai gubernur berjanji akan  memberikan insentif berupa kemudahan atas Pemprov Sumsel bersama Kementerian PUPR bekerjasama dalam menyediakan angkutan umum. “Dengan jarak yang hampir kurang lebih satu  kilometer, saya jamin untuk angkutan umum/ shuttle bus akan disediakan disini sebagai moda angkutan massal warga,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Penyedian Perumahan Kementerian PUPR RI, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan perumahan BPS Land Palembang ini adalah contoh pembangunan perumahan ASN, TNI/ Polri pertama di Indonesia, pembangunan perumahan ini, katanya termasuk model pembangunan rumah berskala besar. “Jadi perumahan ini menerapkan konsep yang berimbang untuk masyarakat yang gajinya sekitar  empat jutaan. Kita harap konsep seperti ini dapat ditiru daerah lain,” pungkasnya. (kbs)