- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sembilan Orang Diamankan Terkait Karhutla
PALEMBANG, SIMBUR – Sembilan orang dikabarkan telah diamankan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung 5 Desa Mura Medak, Kecamatan Banyung Lincir, Kabupaten Muba. Hal itu diungkap Gubernur Sumsel Herman Deru usai melakukan patroli udara bersama Forkopimda Sumsel, Jumat (16/8).
Dari informasi yang didapat Gubernur dari polres setempat, tegas Herman Deru, setidaknya sudah sembilan orang yang diamankan dan diduga pelaku pembakaran. “Tadi dari laporan pihak polres ke kapolda. Saya dengar ada sembilan orang telah diamankan di polres. Mereka ada dari pihak perusahaan dan ada juga dari masyarakat. Tapi yang jelas ini hutan kawasan yang dikelola oleh PT HBL namanya,” papar Herman Deru.
Menurut Gubernur setelah dicek, di lokasi, lahan yang terbakar merupakan lahan kosong berbatasan langsung dengan HTI. Pihak HTI Sinar Mas telah melakukan upaya pemadaman dengan cara membuat sekat kanal. “Pihak HTI Sinarmas telah membuat sekat kanal. Ekskavatornya ada sembilan bekerja untuk membuat jarak sekat kanal menghalau api,” papar Herman Deru.
Terkait kasus karhutla yang terjadi, Herman Deru menambahkan, selama ini Sumsel merupakan salah satu provinsi yang berpotensi karhutla bersama dengan enam provinsi lainnya di Indonesia. Sejauh ini lanjut dia, Sumsel merupakan yang paling minim karhutla dan hal tersebut terus akan dipertahankan.
“Makanya kami akan cek di Bayung Lincir dari titik koordinatnya ada lahan gambut yang terbakar. Informasinya masuk hutan kawasan yang dikelola oleh salah satu perusahaan,” tegasnya.
Ketika disoal terkait dengan kondisi api, Herman Deru menegaskan, api sudah bisa dikendalikan dengan waterbombing. Dengan harapan tiga hari kedepan kawasan tersebut sudah bisa terbebas dari bencana karhutla.
Pemantauan Karhutla dari udara yang dilakukan Gubernur dan Forkopimda kali menggunakan helikopter. Sedangkan Komandan Korem (Danrem) 044 Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel Iriansyah dan pejabat terkait lainnya melakukan pemantauan jalur udara dengan menggunakan pesawat jenis Cessna Caravan 208 B PKP JP.
Setelah menunjau lokasi kebakaran hampir 3 jam dari jam 14.00 hingga 17.00 Wib akhirnya helikopter yang ditumpangi Gubernur, Kapolda dan Pangdam, kembali mendarat di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firli mengatakan, sanksi akan dikenakan terhadap mereka yang telah diamankan. Kapolda menegaskan, sejauh ini pihaknya konsentrasi dengan cara bagaimana mengatasi karhutla agar jangan sampai meluas. Selanjutnya memberikan pemahaman pada masyarakat agar ikut membantu dalam pemadaman.
“Sebenarnya yang kami pikirkan sekarang ini bagimana cara memadamkan api. Itu dululah. Tadi kita sudah kesana bertemu dengan masyarakat. Meminta warga agar bersama-sama membentuk formula membantu agar api tidak meluas. Terkait siapa yang akan kami periksa tentunya yang sembilan orang inilah yang akan kami periksa. Itu dululah ya,” tandasnya. (red/rel)



