Jembatan Sumsel-Babel Berpotensi Terhubung ke Tol Trans Sumatera

PALEMBANG, SIMBUR -Masyarakat dan pemerintah daerah berharap rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Sumsel-Babel terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JJTS). Tujuannya agar masyarakat, khususnya Bangka dapat turut merasakan multiplayer effect dari proyek strategis nasional (PSN).

“Perlu perencanaan pembangunan yang berorientasi jangka panjang. Kami ingin jembatan Bangka-Sumatera akan menghubungkan Kawasan Industri Sadai dan sekitarnya (KISS) dan minapolitan di bagian timur terkoneksi dengan tol Trans Sumatera. Multiplayer effect-nya luar biasa untuk Sumatera juga Bangka,” ungkap Bupati Bangka Selatan (Basel) H. Justiar Noer usai acara penandatanganan MoU kerja sama pembangunan antara Pemkab OKI-Sumsel dan Pemkab Basel, Provinsi Babel di Tobo Ali, Jumat (26/7).

Justiar menambahkan, konektivitas melalui pembangunan infrastruktur itu bisa mempermudah arus barang ke Bangka yang merupakan daerah kepulauan. “Secara regional kami berharap kemudahan arus barang maupun orang. Ada koneksi antara Bangka dengan Sumatera dan Jawa melalui jembatan hingga tol Trans Sumatera,” ungkap Justiar.

Dia mencontohkan  untuk pangan dan sayur-mayur selama ini dipasok Bogor. “Kalau dialihkan ke Sumsel yang lebih dekat tentu ongkos lebih murah,” paparnya seraya menambahkan, potensi bahari dan pariwisata di Babel akan lebih optimal jika sudah terkoneksi melalui jalur darat ke Sumatera. “Kami punya potensi sumber daya laut, juga pariwisata. Orang akan berduyun datang ke sini untuk berlibur hasil laut juga dapat di pasok ke Sumsel,” katanya.

Justiar Noer juga berharap implementasi perjanjian kerja sama akan mempercepat pembangunan, baik di Kabupaten Bangka Selatan maupun di Kabupaten OKI
“Semoga kerja sama ini terus berlanjut pada bidang dan sektor unggulan masing masing daerah,” harapnya lalu menambahkan, seiring wacana pembangunan Jembatan Bangka Sumatera, kedua daerah sepakat untuk mendukung dan melakukan persiapan.

Justiar menilai ke depannya kedua daerah ini akan saling mengisi baik secara ekonomi maupun pelayanan pemerintahan. “Potensi di Basel bisa dibawa ke Sumatera melalui OKI. Selain itu, kami butuh bahan mentah yang ada di Sumsel untuk energi maupun pangan,” ungkapnya.

Di bidang pelayanan pemerintahan kerjasama antara Pemkab OKI dan Basel  berupa pendataan dan penertiban dokumen administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Dari laporan Disdukcapil Basel, banyak warga masyarakat asal OKI berdomisili di wilayah Basel demikian warga Basel di wilayah OKI. “Kita dipisahkan lautan dan akan terhubung jembatan, jadi penting untuk saling menguatkan termasuk dalam penertiban administrasi kependudukan,” ungkap Justiar.

Untuk menekan kecelakaan di laut melalui jalur tikus antara OKI dan Basel, kedua pihak (Pemkab OKI-Pemkab Basel) gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar berjalan sesuai aturan yang ada. “Kalau yang ilegal itu tidak segera mungkin kita bina. Takutnya kalau menemui permasalahan maka akan sulit untuk meng-covernya di lalulintas Kabupaten OKI dan Bangka Selatan,” ujarnya.

Wakil Bupati OKI, HM Djakfar Shodiq membenarkan, selain mendukung percepatan pembangunan jembatan, kerja sama yang disepakati dua daerah yang berbatasan secara maritim ini antara lain di bidang perhubungan laut, administrasi kependudukan catatan sipil, pertanian, pariwisata dan perikanan.

“Nota Kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya terakhir di Kementrian PUPR. Kami harus saling sinergi, serta saling menguatkan agar semua program pembangunan termasuk jembatan Bangka ke Sumsel dapat terlaksana dengan cepat dan baik, serta hasilnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat Ogan Komering Ilir dan Bangka Selatan,”ungkap  Shodiq.

Shodiq mengatakan, Pemkab OKI sangat mendukung rencana pembangunan jembatan yang akan kembali menyatukan Sumsel dengan Babel tersebut.
“Rencananya insya Allah di Air Sugihan, itu lebih dekat. Pemkab OKI saat ini masih nego-nego. Kalau sudah ada rencana bangun jembatan, tentu kita harus siapkan akses jalan,” ujarnya.

Dinas PU OKI, kata Djakfar sudah diatensikan untuk menindaklanjuti pembangunan akses jalan tembusan dari titik lokasi jembatan. Saat ini, pemerintah pusat akan mempersiapkan feasibility study (FS) pembangunan jembatan. Shodiq mengatakan, Pemkab OKI sangat mendukung rencana pembangunan jembatan yang akan kembali menyatukan Sumsel dengan Babel tersebut.

Shodiq juga optimis rencana pembangunan jembatan penghubung Sumsel-Babel mampu mendongkrak  ekonomi dua daerah hingga lima persen.
“Saya yakin itu ekonomi antara Basel dan OKI akan semakin baik. Bukan hanya sekitar dua sampai tiga persen, malah bisa sampai lima persen untuk kenaikannya. Insya Allah dapat meningkatkan ekonomi masyarakat karena kita sudah punya hitung-hitungan,” jelasnya.

Shodiq menilai, kerjasama yang dilakukan dengan Pemkab Bangka Selatan (Basel) merupakan langkah tepat dalam pembangunan daerah. Tingginya produktivitas beras di Kabupaten OKI menurut dia potensial untuk dikirim ke Basel dan sekitarnya. “Kami punya beras dan produk-produk pertanian sedangkan Basel potensi lautnya luar biasa, jadi bisa saling menguatkan nantinya,” ungkap Shodiq tak mau kalah dengan Bupati Basel yang menonjolkan potensi laut.(tim)