Garuk Pedagang yang Masih Berjualan di Trotoar

# Bupati Pimpin Langsung Penertiban

 

MUARA ENIM, SIMBUR  – Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan dan trotoar pasar Muara Enim menyebabkan Bupati Muara Enim H Ahmad Yani, MM geram. Bupati langsung memimpin penerbitan terhadap para pedagang di seputar Pasar  Inpres Muara Enim, Minggu  (30/6).

Bupati didampingi Kasat Pol PP Musadeq, Kadis Perdagangan Syafrudin, Kadishub Riswandar, seratusan anggota Pol PP, anggota Polres dan Kodim 0404 tiba dilokasi pada pukul 06. 30 pagi.  Di sela penertiban itu A. Yani berbincang langsung dengan pedagang yang masih berjualan di lokasi terlarang itu agar mereka mau membongkar lapaknya dan pindah ke tempat yang telah disediakan.

“Saya minta, lapak bapak segera dibongkar. Tidak boleh berjualan di trotoar karena ini khusus untuk pejalan kaki,”  ujar Yani kepada sejumlah pedagang.

Bupati menegaskan, mulai 29 Juni tidak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu jalan, trotoar maupun emperan toko karena Pemkab Muara Enim telah menyediakan tempat khusus yaitu di eks SMKN 1 Muara Enim. “Pedagang sudah kita sediakan tempat di eks SMKN 1 Muara Enim. Jadi, tidak ada alasan mereka berjualan di sembarang tempat,” tegas Yani.

Masih kata A. Yani  bahwa Pemkab telah memberikan toleransi yang sudah cukup. Maka itu kita mengimbau para pedagang untuk segera pindah di lokasi yang sudah disiapkan. “Kami sudah menolerir para pedagang. Jika masih membandel akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara Kasat Pol PP, Musadeq menambahkan, pihaknya sudah cukup mensosialisikan dan menghimbau agar para pedagang menempati tempat yang sudah disiapkan. “Bagi yang masih membandel akan kita tindak tegas. Lapaknya akan kami bongkar dan dagangannya akan kita angkut,” terangnya.

Salah seorang pedagang yang memiliki lapak di lokasi eks SMKN 1 Muara Enim Aan, mengaku mendukung apa yang dilakukan aparat karena selama ini hanya beberapa orang saja yang mau mengisi tempat yang ada sisanya semuanya masih di luar. “Kalau di eks SMK semua itu baru adil. Kalau kami di dalam, yang lain di jalan kami rugi. Tak ada yang mau beli,” ujarnya.

Kemudiaan Aan berharap aturan ditegakkan dengan konsekuen dan tidak tebang pilih. “Jangan cuma gertak sambal, yang masih jualan di jalan harus ditindak dengan tegas,” pungkasnya.(dpt)