- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Jokowi Pastikan Situasi Terkendali, Prabowo Tidak Ingin Terjadi Lagi
JAKARTA – Aksi kedaulatan akhirnya pecah dan dimulai sejak 21 Mei dan masih berlangsung sampai saat ini. Namun, aksi tersebut tercoreng oleh kerusuhan yang terjadi usai salat Tarwih sampai menjelang waktu subuh. Suasana kisruh tersebut melibatkan aparat dan warga serta peserta aksi yang menolak meninggalkan lokasi sebelumnya.
Aparat yang semakin menyemut pun semakin memukul mundur massa, yang akhirnya bentrok tidak dapat dihindari dan menelan enam korban jiwa dan ratusan warga yang terluka. Terkait kondisi tersebut, baik Jokowi maupun Prabowo menanggapi sedikit berbeda.
Menurut Jokowi, Pemilu adalah satu event dari rakyat indonesia yang masih panjang, dan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, saya mempunyai kewajiban stabilitas politik dan keamanan, dan sudah disediakan oleh konstitusi kita bahwa segala perselisihan, sengketa untuk diselesaikan melalui MK.
“Saya menghargai Prabowo-Sandi yang telah membawa sengketa pilpres kemarin ke MK. Saya juga meyakini bahwa hakim-hakim di MK akan memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada, berdasarkan dengan fakta-fakta yang ada,” ujarnya melalui konferensi pers di Istana negara, Rabu (22/5).
Jokowi melanjutkan jika sampai saat ini, kondisi ibukota Jakarta masih kondusif dan belum berada pada tingkat mengkhawatirkan. “Situasi masih terkendali, masyarakat tidak perlu khawatir. Saya mengajak, mari merajut kembali persatuan, persaudaraan, kerukunan kita, karena Indonesia adalah rumah kita bersama,” jaminnya.
Dirinya memastikan akan membuka diri kepada siapapun untuk bersama-sama, bekerja sama membangun dan memajukan negara. Tetapi, Jokowi juga tidak memberikan toleransi kepada siapapun yang akan mengganggu keamanan, mengganggu proses-proses demokrasi, dan yang mengganggu persatuan bangsa Indonesia.
“Terutama (kepada) perusuh-perusuh. Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, akan merusak NKRI. Tidak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya dengan nada sedikit meninggi.
Jokowi juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memperbanyak amal saleh dan berbuat kebaikan di bulan Ramadan. “Ini adalah bulan Ramadan bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, penuh kasih sayang untuk kita semuanya saling menghormati, menghargai. Dan, kewajiban sebagai umat Islam untuk memperbanyak amal saleh (dengan) berbuat baik.
Di waktu yang bersamaan, ditemani Sandi Uno dan BPN, Prabowo juga menggelar konferensi pers di kediamanannya di Kartanegara. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan empat poin yang telah disusun untuk menyikapi keadaan yang sedang berlangsung saat ini.
“Pertama, innalillahi wa innailaihi rajiun, kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya 6 orang dan ratusan masyarakat yang terluka yang menjadi korban kekerasan pada malam hari dan dini hari tadi,” ujarnya dalam.
Kedua, seperti yang sudah disampaikan berkali-kali sebelumnya, bahwa pihaknya mendukung semua penggunaan hak konstitusional yang berakhlak, damai, dan tanpa kekerasan dalam perjuangan politik kebangsaan yang telah dilakukan.
“Saya menghimbau kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, Kepolisian, TNI dan semua pihak lain untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik. Termasuk kepada seluruh pejabat publik, Kepolisian, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, netizen, dan seluruh anak bangsa untuk menghindari kekerasan verbal yang dapat memprovokasi apalagi di bulan suci Ramadan,” harap Prabowo.
Selanjutnya, pihaknya juga meminta peristiwa kekerasan tadi malam dan subuh tadi yang telah mencoreng martabat dan marwah Indonesia jangan boleh terjadi lagi. “Bila hal itu sampai terjadi lagi, maka kami sangat khawatir rajutan dan anyaman kebangsaan kita bisa rusak dan sangat sulit untuk kita rangkai kembali,” ungkapnya.
Poin keempat, Prabowo juga memohon pertolongan kepada Tuhan agar kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat senantiasa terjaga, dan tidak digunakan sebagai alat kekuasaan. “Kepada adik-adikku TNI-Polri yang masih aktif, saya mohon kita ingat bersama seragam, makanan dan senjata-senjata yang sekarang anda gunakan dibiayai oleh rakyat. Kalian adalah milik rakyat, mengayomi rakyat, melindungi rakyat semuanya. Saudara adalah harapan kami, kami mohon jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat, apalagi memukul dan menembak rakyat sendiri. Mari sama-sama menjaga agar tetap damai dan bergembira,” imbaunya.
Prabowo kembali menegaskan, kepada semua yang masih mau mendengarkannya, agar menghindari kekerasan fisik, berlaku sopan dan santun, hormati pejabat-pejabat penegak hukum, dan jangan sekali-kali menggunakan kekerasan.
“Memang berat dan saya memahami tetapi saya tegaskan kembali seandainya ada salah faham dan kamu dipukul (aparat), jangan melawan. Itu berat tapi harus kita lakukan, apapun terjadi demi negara, bangsa, seluruh umat, semua agama, hindari kekerasan,” pungkasnya. (dfn)



