- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
- Benteng Kuto Besak Identitas Asli Indonesia, Dibangun Anak Bangsa dan Bukan Warisan Penjajah
Sumsel Harus Maju dalam Teknologi dan Kebudayaan
PALEMBANG, SIMBUR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan istri Iriana beserta rombongan kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Palembang, Sumatera Selatan. Tamu dan undangan pun antusias menyambut kehadiran Presiden di Griya Agung Palembang, Minggu (25/11) sekitar jam 09.15 WIB.
Presiden Jokowi mengatakan Sumsel memiliki suku yang cukup banyak dan memberi kontribusi besar bagi kebudayaan Nusantara. “Tabik pun kami mengangkat derajat Sumatera Selatan dalam kemajuan Indonesia. Kebudayaan yang sangat kaya kearifan lokal untuk meraih kemajuan. Kita memiliki 714 suku bukan jumlah yang sedikit dibanding dengan Singpura,” ungkap Presiden Jokowi saat menerima gelar adat dari suku Komering.
Menurut Presiden, ada berapa suku di Afganistan mengalami konflik selama 40 tahun dan sampai sekarang belum selesai -selesai. “Padahal di sana hanya tujuh suku namun konflik tidak terselesaikan,” terangnya.
Menurut Presiden, Afganistan mengalami konflik selama 40 tahun lalu. Baik laki-laki maupun perempuan, karena konflik tidak bisa ke mana-mana. Yang paling dirugikan anak dan ibu-ibu.
“Negara kita sangat besar. Aset terbesar adalah persatuan. Aset adalah kerukunan biasa diawali dengan konflik kecil. Pemilihan bupati, gubenur, Presiden setiap lima tahun diadakan gara- gara beda pilihan,” terang Jokowi.
Jokowi menambahkan, dirinya pernah melihat satu majelis tak berteguran karena berbeda pilihan. “Bahasa daerah kita lebih seribu seratus. Inilah anugerah Allah yang harus kita syukuri,” imbaunya.
Jokowi berharap, jangan sampai Indonesia maju dengan teknologi dan mundur dalam kebudayan. Harus maju dalam kebudayaan Saya ingin dalam kesempatan berbahagia mengajak tradisi adat Komering berperan aktif dalam menjaga adat, persatuan dan kesatuan Indonesia,” ujarnya
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mendapat gelar Raja Balak Mangkunegara, sedangkan Iriana Jokowi diberi gelar ‘Ratu Indoman’. Pemangku Adat Majelis Tinggi Komering Sumsel, Haji Romli menjelaskan, ‘Raja Balak Mangkunegara’ berarti Raja Agung yang memegang kekuasaan tertinggi negara Republik Indonesia. “Sementara itu, ‘Ratu Indoman’ artinya ibunda yang memberikan perlindungan kepada masyarakat dan pengayom rakyat yang tak lepas dari sopan santun,” ungkapnya.(cja01)



