Polisi Gadungan Berhasil Tiduri Puluhan Wanita Cantik

PALEMBANG, SIMBUR – Polisi gadungan berpangkat inspektur dua (ipda) berhasil meniduri puluhan perempuan di Palembang, Sumatera Selatan. Penipu amatir yang berhasil “menilang” hati para wanita itu bernama Ari Septian Pratama (21). Dari identitasnya, pelaku tercatat sebagai warga Jl Bima Sakti Lk VI RT 04 RW 011 Kelurahan/Kecamatan Betung, Kabupaten Muara Enim. Tersangka Ari mengaku tinggal di kawasan Jakabaring, Palembang.

Namun apa lacur, aksi polisi gadungan tersebut akhirnya dibongkar Unit Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (26/11). Ari tertangkap basah ketika bepura-pura berobat di rumah sakit swasta di Jl Jenderal  Ahmad Yani No 13, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang. Dengan kepala terikat perban, polisi gadungan itu coba meyakinkan agar korbannya percaya bahwa dirinya baru saja kecelakaan.

Tersangka Ari mengaku sebagai polisi yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Sumsel. Dia memalsukan identitasnya dengan nama dr Julian Saputra yang mengaku anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Timur. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan senjata softgun jenis FN. “Parahnya lagi Ari Septian Pratama mengaku sebagai anak jenderal bintang dua yaitu Kapolda Sulawesi Tenggara,” ungkap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yudi Suhariyadi, Senin (26/11).

Yudi menambahkan, rata-rata korban penipuan Ari adalah wanita. Pihaknya, lanjut Yudi, mendapat informasi dari salah satu ibu korban. Ketika itu anak gadisnya hendak dipinang pelaku. “Setelah beberapa saat ibu korban curiga. Ibu korban lalu menceritakan kejadian kepada kami. Ternyata benar, Ari adalah polisi gadungan. Menurut keterangan, sementara ini sepuluh korban, rata-rata masih bersatus lajang (belum menikah),” ungkap Yudi.

Keterangan yang dihimpun dari Hermina, salah seorang ibu korban, penipuan terhadap anak perempuannya, Monic, berawal dari chattingan WhataApp. Tersangka Ari, lanjut dia, menghubungi ibu korban. “Apa maksud Julian menghubungi ibu?” tanya Hermina saat itu lalu dijawab pelaku. “Niat baik saya ingin melamar anak ibu,” ungkap Hermina menirukan penuturan pelaku. Hermina menambahkan, setelah diajak bertemu di rumah kakak korban, tersangka tidak mau. “Nah di situlah ibu mulai curiga,” ujarnya.

Sementara, tersangka Ari mengaku, dirinya nekat melakukan penipuan karena disuruh kenalannya asal Bogor melalui aplikasi BeeTalk. Aru mengaku diberi uang Rp5 juta sebagai modal membeli seragam dan senjata softgun. “Saya cuma disuruh. Saya dikasih uang. Biar lebih mentereng saya ngaku anak Kapolda Sulawesi Tenggara,” ungkap Ari saat diperiksa di Polda Sumsel.

Tersangka Ari mengaku tidak menipu untuk mendapatkan materi. Dengan modal seragam polisi, Ari mengaku berhasil meniduri puluhan wanita. “Saya banyak kenalan perempuan. Ada yang saya janjikan untuk dinikahi,” tutupnya. (cja01)