- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Penyelesaian LRT Palembang Molor Terus
# Menhub Beri Waktu Dua Minggu untuk Ambil Keputusan
PALEMBANG, SIMBUR – Proyek pembangunan light rail transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan boleh dikatakan tak kunjung selesai. Pasalnya, masih banyak perbaikan konstruksi dan commisioning yang menjadi pekerjaan rumah Kementerian Perhubungan. Hal itu diungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat konferensi pers di Hotel Santika, Jl Radial Palembang, Sabtu (24/11).
“Memang dalam suatu skala project angkutan massal, yang namanya LRT dibutuhkan satu waktu tertentu. Ada waktu konstruksi dan waktu yang digunakan untuk commisioning,” ungkap Menhub di hadapan wartawan.
Menurut Menhub, LRT dibutuhkan saat Asian Games sehingga pemerintah minta percepatan agar bisa dioperasikan lebih dulu. “Untuk diketahui, sebenarnya kami masih melakukan commisioning dan melakukan suatu pekerjaan konstruksi di beberapa tempat,” tegas Budi Karya.
Diakuinya pula, masih terdapat banyak kekurangan LRT di sana-sini. Menhub juga mengatakan pihaknya akan menambah gerbong kereta lagi. “Kalau Bapak/Ibu (wartawan) melihat bahwa kecepatan, jarak waktu, headway (waktu antara), kapasitas belum maksimal, karena memang keretanya baru akan datang. Akan ditambah satu atau dua lagi,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Budi, pihaknya juga akan menyeleksi stasiun mana yang produktif akan digunakan. Bukan hanya itu, perbaikan juga dilakukan pada komponen LRT lainnya. “Kami akan melengkapi beberapa hal yang berkaitan. Kami minta Dishub melihat feeder itu lebih maksimal dan mengurangi kompetisi sejajar LRT itu. Dalam bahasa teknik sederhana feeder-feeder itu sejajar tegak lurus dengan fungsi LRT dari bandara ke Jakabaring,” paparnya.
Menhub berharap agar laju kereta bisa lebih cepat, headway lebih cepat, kapasitas lebih banyak. Menhub juga memberi waktu dua minggu agar Gubernur, Wali Kota, Dishub, KAI, Waskita untuk berkoordinasi terkait permasalahan tersebut.
“Harapan saya LRT itu waktunya 42 menit dari ujung ke ujung. Headway 25 menit. Waktu operasi dari pukul 05.00 sampai pukul 22.00 malam dengan okupansi sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Ditanya kapan proyek LRT dapat dirampungkan, Menhub berjanji proyek mercusuar tersebut akan selesai bulan Maret. “Saya kasih kesempatan dua minggu. Saya minta spek. Saya minta satu keputusan dari international company (kontraktor yang mengerjakan LRT) untuk meneliti lebih jauh. Saya minta evaluasi angkutan yang berkompetisi seperti apa. Saya minta teman-teman menambah masukan yang memperkaya,” serunya.
Masih kata Budi, kini LRT memiliki 8 gerbong (dengan perbandingan 7:1). Maksudnya, 7 gerbong yang operasi dan 1 gerbong lagi standby di depo. Terkait integrasi moda transportasi, Menhub meminta KAI dan Damri untuk bicara dan memiliki hasil kesepakatan. “Kalau tidak, saya yang ambil keputusan,” tegasnya.
Lanjut Budi, ada enam parameter dalam meningkatkan okupansi LRT, yakni headway, kecepatan, jarak tempu, titik henti, feeder, dan kompetisi. “Jika waktu tempuh cepat, jam operasional lebih lama, waktu tunggu cepat maka akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT apalagi tarif sudah diturunkan,” tambah Budi Karya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zamrides mengatakan, belum mengetahui pendapatan dari operasional LRT Palembang. “Masih dalam pengkajian. BLU (badan layanan umum) sedang disiapkan. Nanti Desember akan disampaikan. Pendapatan belum tahu, baru bentuk organisasi. Sekarang masih subsidi perintis. Tiap tahun makin lama makin kurang subsidinya,” terang Zamrides.
Setelah semuanya selesai, LRT tidak langsung dioperasikan namun harus dilakukan uji emisi terlebih dahulu. Dengan demikian, setelah beroperasi sempurna, LRT diharapkan dapat meningkatkan okupansi. “Peningkatan penumpang ditarget 60-80 persen, sekarang baru 30-40 persen. Okupansi sekarang 3-4 ribu belum makismal. Di akhir pekan 7-8 ribu. Target 9-12 ribu di akhir pekan. Hari baisa 7 ribu. Asian Games pernah sampai 19 ribu,” terang Zamrides seraya menambahkan, pengelola akan dilakukan oleh BLU namun melibatkan pemerintah daerah juga.(maz)



