Antisipasi Bencana Alam, Ribuan Personel Gabungan Disiapkan

PALEMBANG, SIMBUR – Apel gelar pasukan gabungan dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi bencana alam dampak negatif musim hujan 2018 di wilayah Provinsi Sumsel. Apel bertempat di halaman Markas Polda Sumsel, Rabu (21/11).

Apel siaga gabungan antisipasi bencana alam ini diikuti ribuan personel dari jajaran Polda Sumsel, anggota TNI, Basarnas, BMKG, BPBD, Satpol PP dan Tim alat berat Dinas Pekerjaan Umum Prov. Sumsel. Gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, SIP MHum, Kajati Sumsel, Wakapolda, Danrem 044/Gapo, para Dandim jajaran Korem 044/Gapo,  Ka BPBD Sumsel, Kakan Basarnas Palembang, Kapolresta Palembang, Danlanal Palembang, Danlanud Palembang dan para Kepala SKPD Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, di wilayah Sumsel memiliki berbagai macam potensi bencana yang diakibatkan oleh faktor alam maupun non alam yang harus diantisipasi bersama. “Dalam menghadapi musim penghujan saat ini kita perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari perubahan cuaca, seperti banjir, tanah longsor, akibat angin puting beliung dan penyebaran penyakit yang muncul”, terang Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda mengungkapkan, dengan dilakukannya siaga khusus antisipasi bencana alam ini, diharapkan personel gabungan yang didukung peralatan penanggulangan bencana seperti alat berat, perahu karet, termasuk helikopter lebih siap mengantisipasi bencana.

“Saya minta kepada seluruh personel yang terlibat dalam apel siaga ini untuk mempersiapkan diri dan peralatan secara maksimal sehingga sewaktu-waktu siap turun ke lokasi bencana membantu masyarakat. Dengan berbagai persiapan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan meringankan beban masyakat jika terjadi bencana”, tutur Irjen Pol Zulkarnain.

Sementara itu, Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Palembang Berty DJ Kowaas mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan bencana menghadapi musim hujan 2018. Dimana mulai musim hujan November 2018 ini hingga beberapa bulan ke depan pihaknya berupaya meningkatkan kesiapsiagaan untuk membantu masyarakat jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor serta bencana lainnya.

“Dalam kondisi musim hujan, seperti tahun sebelumnya berpotensi terjadi bencana banjir, tanah longsor, kecelakaan angkutan darat, laut, dan udara. Basarnas ditugaskan membantu dan melakukan evakuasi korban bencana baik yang masih hidup maupun yang meninggal dunia”, ujar Berty DJ Kowaas.(kbs)