- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Setelah Palindra, Jalan Tol Palembang-Pangkalan Balai Akan Dibangun
LUBUKLINGGAU, SIMBUR – Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, sejauh ini tak kurang Rp100 triliun dana dikucurkan pusat untuk pembangunan di Sumsel. Salah satunya pembangunan Jalan Tol Palembang-Inderalaya (Palindra) yang sudah bisa digunakan.
“Dahulu di Km 32 Indralaya itu kalau mau ke Palembang tidak bisa diprediksi. Kalau ada mobil terbalik bisa 3 jam, 6 jam bahkan 8 jam. Sekarang sejak ada tol cuma 15 menit,” ujarnya seraya menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah tahun depan akan melakukan pembangunan jalan mulai dari Pangkalan Balai ke Palembang.
Diketahui, ruas tol senilai Rp3,3 triliun ini dikerjakan PT Hutama Karya (Persero). Secara umum, tol yang memiliki panjang sekitar 21,39 kilometer ini terbagi ke dalam tiga seksi, yaitu Palembang—Pemulutan sepanjang 7,1 kilometer, Pemulutan—Kota Terpadu Mandiri (KTM) sepanjang 4,9 kilometer dan seksi III KTM—Indralaya sepanjang 9,9 killometer. Tol Palindra dirancang memiliki underbridge 13 buah, underpass 3 buah, overpass 7 buah, box pedestarian 5 buah, box culvert 43 buah, serta JPO 10 buah. Sebelumnya, jalan tol Palembang-Inderalaya atau Palindra untuk seksi 1 Palembang-Pemulutan sempat amblas sepanjang 30 meter pada 17 Juni 2017 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 Oktober 2017.(red/rel)



