- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Libatkan Mahasiswa Asing dalam Pelatihan Menulis Esai dan Sastra Indonesia
PALEMBANG, SIMBUR – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bina Darma Palembang terus berupaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dan akreditasi lembaga. Bukan hanya mahasiswa asal Indonesia saja yang diasah keterampilannya dalam bidang bahasa dan sastra. Akan tetapi, mahasiswa asing yang kuliah di Universitas Bina Darma Palembang juga dilibatkan dalam pelatihan menulis esai dan sastra Indonesia.
Upaya itu didukung kerja sama yang dilakukan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bina Darma Palembang dengan Koalisi Masyarakat Puisi Palembang (KMPP). Penandatanganan MoU berlangsung di kampus utama Universitas Bina Darma Palembang, Senin (15/10).
“Selain upaya meningkatkan akreditasi program studi, kerja sama dan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan mahasiswa di bidang bahasa dan sastra Indonesia,” ungkap Hastari Mayrita MPd, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bina Darma Palembang, Senin (15/10).
Dijelaskan Hastari, pelatihan dan penulisan sastra dan esai ini tidak hanya diikuti mahasiswa reguler asal Indonesia yang menempuh jenjang pendidikan srata satu. “Prodi kami juga melibatkan mahasiswa asing yang mengikuti kuliah bahasa dan sastra Indonesia,” terangnya sembari menambahkan, mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan tersebut di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Meksiko, dan Korea Selatan.
Kerja sama dan pelatihan ini menghadirkan dedengkot KMPP yang diwakili Anwar Putra Bayu, Anto Narasoma, dan Eko Sulistyo. Dalam penjelasannya, Anto Narasoma, wartawan dan sastrawan senior di Sumsel yang menjadi bagian KMPP turut menyampaikan materi puisi dan esai di sela-sela penandatanganan kerja sama tersebut. Menurut dia, dalam meresensi esai dan puisi perlu menggunakan pendekatan yang berdasarkan keilmuan. “Sastra harus mempunyai dasar yang bersumber dari ilmu. Jadi, resensi sastra juga harus dikaji secara ilmiah,” ungkapnya.(kbs)



