- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Separuh Cadangan Batu Bara Indonesia Ada di Sumsel
MUARA ENIM, SIMBUR – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri Ground Breaking Ceremony pembangunan jalur Kereta Api khusus Batubara Servo Railway. Peletakan batu pertama itu berlangsung di Jalan Prabumulih-Baturaja Km 68 Desa Menanti Kecamatan Lubai Kabupaten Muaraenim, Rabu (19/9).
Pembangunan Jalur kereta tersebut dimulai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan rangakaian bunga melati oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama Direktur Pengusahaan Batubara, Kementerian ESDM RI, Dodik, Komisaris PT BME, Apri Reza Fachtoni, Direktur Infrastruktur PT PP Tbk, Ir Toha Fauzi dan Comisioner Servo Railway, Widhi Hartono. “Ini Ground Breaking Servo yang kedua kalinya saya hadiri, pertama tahun 2012 untuk jalan PT Servo dan sekarang jalur kereta api khusus PT. Servo,” ungkap Alex Noerdin.
Lanjut Alex, Provinsi Sumsel sangat luar biasa. Selain memiliki kekayaan batu bara sebesar 45,20 persen cadangan batu bara Indonesia, Sumsel juga memiliki berbagai kekayaan energi lainnya seperti listrik yang surplus. Untuk itu, Alex Noerdin sangat mengapresiasi dilaksanakannya pembangunan jalur kereta khusus batu bara Servo.
Dijelaskan Alex, tadinya batu bara yang dikeluarkan hanya sekitar 30 juta ton per tahun. Dengan dibangunnya jalur khusus kereta api ini batu bara bisa dikeluarkan hampir 140 juta ton per tahun belum ditambah yang lain-lainnya. Selama ini, Sumsel sudah tertinggal jauh dengan Kalimantan. Sejak bertahun-tahun yang lalu Kalimantan sudah mengeluarkan sekitar 200 juta ton batu bara per tahunnya sedangkan Sumsel baru mulai merangkap antara 25 sampai 30 juta ton per tahun.
Padahal, cadangan batu bara Indonesia hampir separunya ada di Sumatera Selatan.
“Ini berpacu dengan waktu karena pada saatnya nanti Batubara sudah tidak diminati lagi penggunaannya karena tergantikan dengan energi terbaharukan, ini untuk 10 sampai 20 tahun ke depan. Jadi, sesegera mungkin mengeluarkan batu bara itu karena jika tidak akan mendapat kerugian yang luar biasa. Jadi harus secepat mungkin, saya sangat mengapresiasi pembangunan jalur kereta khusus ini agar mempercepat batubara kita dikeluarkan. Sayang kalau 22,4 miliar ton batubara yang ada di Bumi Sriwijaya ini hanya dikeluarkan separuhnya,” lanjut Alex.
Sementara itu, Comisioner Servo Railway Widhi Hartono mengatakan, pembangunan jalur kereta api khusus tersebut sepanjang 150 km dari Tanjung Enim Baru sampai ke Tarahan Prabumulih. Pembangunan tahap awal dilaksanakan double track dan akan dilanjutkan secara bertahap sampai double track secara keseluruhan.
“Pembangunan jalur kereta ini rasanya mengingatkan kembali masa kolonial dimana adanya perusahaan swasta yang melakukan pembangunan jalur kereta api,” ujar Widhi Hartono.
Ia mengatakan, strategisnya pembangunan jalur kereta api servo dilaksanakan untuk mendukung Sumsel menjadi Provinsi yang super makmur dan sejahtera. Dengan adanya jalur kereta api yang melintasi 3 Kabupaten tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan ekonomi masyarakat sekitar.
Jika sudah siap berpoerasi kita akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk
operasionalnya serta terus meningkatkan sinergi yang tinggi dengan berbagai pihak lainnya. “Dengan Servo Railway ini akan berdampak pada peningkatan Batubara sebesar 1,5 juta ton per tahunnya. Untuk itu, saya mewakili PT Servo sebagai perusahaan swasta nasional, mohon izin untuk melaksanakan pembangunan ini,” pungkasnya.(red/rel)



