Jarang Ada Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriah di Kantor Pemerintahan

PALEMBANG, SIMBUR –  Umat Islam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, terutama di kantor pemerintahan diduga masih jarang yang memasang ucapan selamat tahun baru 1 Muharam 1440 Hijiriah, baik melalui spanduk maupun karangan bunga. Hal itu diungkap Al Ustaz KH Ahmad Taufik Hasnuri dalam tausiyahnya pada peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah di Masjid Agung Palembang, Senin (10/9) malam.

Dari pagi tadi aku jingok di kantor-kantor katek ucapan selamat tahun baru Islam. Kantor DPRD dari pagi aku awasi katek. Kantor walikota katek jugo. Kantor gubernur  jugo katek. Cubo kalu tahun baru Masehi sampe ke Ampera,” ungkap Ustaz Taufik dengan logat Palembang sehingga mampu mengundang tawa jemaah.

Ustaz Taufik mengajak umat untuk menghafal nama-nama bulan dalam kalender Islam. “Orang Islam harus hafal bulan Islam. Orang Islam punya bulan sendiri, dimulai dari Muharram hingga Zulkaidah,” ungkapnya.

Masih kata dia, menurut ulama, bulan yang benar hanya bulan Islam. “Bulan Islam dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Setiap tanggal 14 bulan Islam terjadi bulan purnama,” tegasnya.

Ustaz pun mengajak umat untuk mengoreksi diri dengan datangnya tahun baru Islam ini.
“Sekarang memperingati tahun baru 1440. Hakikat bertambah tahun mengurangi jatah hidup. Allah masih memberikan kesempatan hidup untuk membenahi kehidupan manusia,” tegasnya.

Ceramah berlangsung 1 jam dan sukses dibawakan Al Ustadz Kh. Ahmad Taufik Hasnuri. Namun sayang, sebelum pukul 22.00 malam beliau pamit karena alasan medis atau kesehatannya. Kondisi fisik Ustaz Taufik dalam keadaan standby untuk rutin melakukan cuci darah.  Meski demikian, hal itu tidak mengendurkan semangatnya dalam berdakwah dan memberikan tausiyah kepada kaum muslimin.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Palembang, Ahmad Najib mengatakan, berkat rahmat dan karunia Allah jemaah dapat berkumpul di Masjid Agung dalam menutup tahun 1439 hijriah dan menyambut tahun baru1440 Hijriah. “Saya ingin mengajak semua memaknai tahun baru Hijriah sebagai ajang introspeksi diri sekaligus sebagai momentum bermuhasabah agar Palembang diridhai Allah dan terhindar dari bencana,” ungkap Najib dalam sambutannya.

Terlepas dari itu, atas nama kota Palembang, Najin mengucapakan terima kasih kepada semua pihak karena Palembang sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018. “Hendaknya itu menjadi momentum untuk bangkit dan membangun jati diri, memperbaiki moral bangsa,” imbau Najib.

Pantauan di lokasi, tasyakuran di malam pergantian tahun dalam kalender Islam kali ini mengangkat bertema “Mari Satukan Langkah Menuju Penyempurnaan Hati, Pikiran, dan Tindakan demi Terwujudnya Palembang Elok, Madani, Aman dan Sejahtera”. Kegiatan diawali  alunan suara gendang dari rebana, sambil berselawat kepada Rasulullah saw dan juga pembacaan kitab suci Alquran di tengah jemaah yang hadir.

Peringatan Tahun Baru 1 Muharam 1440 Hijriah dihadiri juga oleh pemerintah dan pejabat di Sumatera Selatan, seperti Tokoh masyarakat Kms H Halim, Kapolda  Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan Habib Mahdi Muhammad Syahab. Hadir pula para ulama dan habib, ormas, santri, dan  kaum muslimin di Palembang dan sekitarnya.(cjs01)