- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Berbak Sembilang Segera Jadi Cagar Biosfer Dunia
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Taman Nasional Berbak Sembilang yang terletak di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan diusulkan menjadi salah satu cagar biosfer dunia. Usulan tersebut akan disampaikan pada pertemuan 30th Session of Internasional Coordinating Council – the Man and Biosphere Programme (ICC-MAB) Unesco. Kegiatan itu digelar bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 23-28 Juli mendatang di Palembang, Sumatera Selatan. Hal itu terungkap saat rapat koordinasi panitia, di ruang Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (6/7).
“Tahun lalu Indonesia mengusulkan nominasi tiga cagar biosfer, yakni Berbak Sembilang di Sumatera Selatan, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, dan Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya, belum di-publish, semoga bisa ditetapkan pada sidang besok. Memang Berbak Sembilang dan Rinjani sudah di-approve oleh penilik. Tetapi Betung Kerihun Danau Sentarum sudah di-approve namun ada syaratnya,” ungkap Prof Dr Ir Yohanes Purwanto, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dikonfirmasi Simbur, Jumat (6/7).
Menurut dia, pemerintah Indonesia mengusulkan Berbak Sembilang di Sumatera Selatan menjadi cagar biosfer dunia. “Dari tahun sebelumnya sudah kami siapkan datanya. Menghadap Gubernur dan beliau setuju,” ungkapnya.
Diharapkan seluruh negara dapat turut serta dalam sidang ini. “Anggota yang memiliki cagar biosfer ada 120 negara. Saya pikir mungkin dari setengah dari anggota itu akan hadir,” lanjutnya.
ICC MAB merupakan suatu konsep “mengawinkan” antara manusia dengan lingkungan. Selama ini Prancis menjadi tuan rumah dan Indonesia menjadi negara kelima di luar Perancis sebagai tuan rumah ICC MAB yang pertama kali di Indonesia dalam program Unesco. Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyambut baik pertemuan internasional tersebut. (lks)



