- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Razia Gabungan Menyasar Petugas dan Warga Lapas
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III A Kayuagung mendapatkan shock therapy dari petugas gabungan yang melakukan razia di lapas tersebut, Rabu (4/7). Shock teraphy ini sendiri berupa pemeriksaan terhadap para warga lapas dan petugas Lapas Kayuagung, termasuk tes urine.
Pemeriksaan menyasar ke seluruh ruangan hingga ke atap atau bagian luar blok yang dicurigai dapat digunakan menyimpan barang ilegal. Kalapas Kelas III A Kayuagung, Hamdi Hasibuan MH didampingi Kasubsi Pembinaan Dedi Mardjana menjelaskan, razia ini dilakukan sebagai pembersihan terhadap barang-barang ilegal di dalam lapas.
“Meski tidak ditemukan barang ilegal, razia ini juga merupakan shock therapy bagi para napi. Ini sebagai inisiatif lapas sebagai upaya pembersihan terhadap barang ilegal, apalagi pasca lebaran jumlah pengunjung terbilang cukup tinggi,” jelasnya kepada media usai melakukan razia.
Menurutnya, saat lebaran pengunjung lapas Kayuagung memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang mencapai lebih dari 1.000 pengunjung. Diakuinya, ini menjadi celah untuk menyusupkan barang-barang ilegal tersebut.
Dari hasil razia ini, ungkapnya, tidak ditemukan barang ilegal seperti narkoba, dan petugas hanya menemukan benda-benda seperti alat pencukur, korek api dan beberapa barang lainnya. “Tapi sebagai upaya sterilisasi dalam lapas, dengan melibatkan penegakan hukum lainnya tetap terus dilakukan,” terangnya.
Selain dilakukan pemeriksaan barang di setiap ruangan lapas, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan urine terhadap sejumlah warga lapas dan petugas lapas. Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten OKI, Zakaria mengungkapkan, razia tersebut merupakan pencegahan penyalahgunaan narkoba terutama bagi penghuni lapas.
“Ini sekaligus rangkaian peringatan Hari Narkoba Internasional (HANI). Dari pemeriksaan urine seluruhnya negatif terhadap seluruh petugas lapas dan sejumlah napi yang dicurigai, dan ke depannya, BNN OKI dan Lapas akan terus memantau napi untuk menjamin tidak satu pun napi yang menggunakan narkoba,” jelasnya. (yrl)



