Bisnis Narkoba Jaringan Bandara Terungkap, Anak Buah si Kumis Ditangkap

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) berhasil menangkap bandar narkoba jaringan bandara asal Surabaya, Jawa Timur. Hal itu diketahui dari rilis resmi Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kamis (17/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Hanya saja, baru enam orang anak buah si Kumis yang masih terkait dengan jaringan Oni CS berhasil diamankan. Mereka adalah M Nazwar Syamsu alias Letto (26) warga Jalan Zainal Abisin, RT 04/02, Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.  Lalu tersangka Faiz Rahmana (21) warga Desa Pilo Kalimalang, RT 02/06, Kelurahan Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Jatim.  Tersangka Wahono (46) warga Jalan Setaman, No 44 dan Ahmad Darsono (33) warga Jalan Arif Margono, No 22, Malang. Serta tersangka Wahyudi (29) warga Jalan Tanjung Putera Yuda, No 2, Malang.

Dari pengakuan tersangka Nazwar, uang tahungan Rp5,6 miliar ia dapat sejak 2017 berurusan dengan bisnis terlarang narkotika. “Saya cuma disuruh sama Minarno alias Bang Kumis. Uang lainya saya belikan 5 sedan sama fuso, yang diamankan ini,” ungkap Nazwar.
Demikian pengakuan pengedar dan kaki tangan sindikat narkoba lainnya, yakni Trinil, ia punya tabungan Rp 50 juta, dengan traksasi sudah 3 kali dilakukan. “Yang penting dapat uang, ada perintah saya lakukan. Saya juga pakai,” ujarnya.

Akan halnya, tersangka Tikat mengaku tabungannya hanya Rp23 juta sebagian lagi telah dibelikan motor Kawasasi Ninja warna hijau yang diamankan. Begitu juga dengan tersangka Is, ia punya tabungan Rp 40 juta  atas namanya.”Itu satu motor Kawasaki Ninja warna merah saya juga disita polisi,” akunya.

Terakhir tersangka Hasan punya tabungan sebesar Rp300 juta. “Iya sama saya belikan motor trail KLX Kawasaki. Tadinya saya sempat kerja di cleaning servis di Bandara Kuanda,” tukasnya.

Dari para tersangka ini diamankan 4.950 butir ekstasi senilai Rp1,2 miliar lebih serta 10 kg sabu senilai Rp10 miliar. Adapun barang bukti 8 unit mobil sedan mewah dan truk fuso, sedang B 8211 IL warna silver, mobil pribadi Toyota L 1728 BX warna silver, sedan Honda BG 818 WL, sedang Toyota L 1934 PU warna putih, sedang Honda B 1956 NKF warna hitam, sedan Mithsubisi L 1968 IJ warna putih, truk fuso B 9986 SDA warna ornge, serta sebuah Toyota Kijang warna biru tua.

Ada pula 4 unit sepeda motor Kawasaki Ninja, warna merah dua dan hijau, satu unit lagi motor trail Kawasaki KLX. Lalu 30 buah KK berbahan alsi namun identitas palsu, 4 tabungan Bank BCA, 10 kartu kredit BCA, 5 token, serta 21 but ponsel berbagai merek yang digunakan sindikat narkoba ini untuk melakukan aksi kejahatan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara SIk didampingi Waka Polda Sumsel Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno SIk dan Dir Narkoba Kombes Pol Farman SIk membenarkan penangkapan sindikat narkoba Surabaya.

“Salah satu bandarnya Nazwar itu punya tabungan Rp 5,6 miliar, hasil lainnya dibelikan 5 unit mobil sedan dan truk fuso. Lalu ada pengedar kaki tangan lainnya, punya tabungan Rp 300 juta, Rp 50 juta dan Rp 40 juta, mereka belikan mobil sedan dan motor sport dan trail,” terangnya.

Menurut Kapolda, Sindikat narkoba Surabaya ini, akan dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU atau money laundering, serta pasal 112 dan 114 KUHP serta UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup.

“Selain 8 unit motor dan 7 buah motor, kami belum selesai karena masih ada kendala. Mereka pakai token dan KTP dengan material asli, tetapi identitasnya palsu, setelah kita tanya mereka dapat material KTP ini dari salah satu kantor camat dan sudah kita koordinasikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Zulkarnain menyatakan dengan tegas akan siap memburu “si Kumis”  hidup atau mati. Nama si Kumis terlacak dari pengakuan Nurdiansyah, satu kurir narkoba yang masih hidup di antara tiga temannya yang tewas ditembak polisi di Bandara SMB II belum lama ini.

Menurut Kapolda, ini kesekian kali pihaknya menemukan narkoba di tempat yang sama, yakni bandara dengan modus yang sama. Namun yang baru tertangkap ini, anak buahnya saja. Tinggal tunggu kabar, kami akan segera menangkap (si Kumis) bandarnya,” ungkap Kapolda. (tim)