- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Modus Baru, Pelaku Curanmor Pakai Jaket Ojek Online
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Pencurian motor kembali terjadi di sekitar kampun UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (4/5). Aksi curanmor tersebut dilakukan dengan modus menggunakan jaket ojek online.
Menurut saksi Andi, nama samarannya, kejadian ini bermula dari masyarakat setempat yang resah karena beberapa minggu ini sering terjadi kehilangan motor. Untuk itu, masyarakat pun menjebak pelaku yang diperkirakan adalah Amin dan Erik.
Saat itu, menurut pengakuan saksi, untuk membuktikan Amin dan Erik. Warga bersama sengaja memancing pelaku dengan pergi ke tempat yang sepi dan meninggalkan motor.
Saat dalam perjalanan, ia pun melihat kedua pelaku telah mengikuti motornya dari belakang. Tak lama mereka pun sampai dan meninggalkan motor tersebut, akhirnya pelaku Amin dan Erik pun mengambil motor Beat berwarna biru.
Nahas bagi pelaku, saat hendak mengambil motor, warga mengepung keduanya. “Seperti itu kejadiannya. Jangan ekspos nama saya ya, samaran saja,” ungkap Andi saat di Kapolsek Kemuning.
Kedua pelaku dalam pemeriksaan di Kapolsek Kemuning. Beberapa warga yang kehilangan motor dua minggu terakhir di sekitar UIN pun berbondong-bondong menuju Polsek Kemuning untuk melapor kehilangannya.
Elsa misalnya, masyarakat sekitar UIN yang kehilangan motor Beat 2 minggu lalu. “Kami belum tahu dia apa tidak pelakunya. Kami hanya melapor kehilangan. Apakah dia yang ngambil atau bukan sudah saya serahkan sama polisi,” ungkapnya.
Tak lama diringkusnya kedua pelaku tersebut, kedua istri dari pelaku pun datang dan enggan diwawancarai. Ia hanya membawa nasi bungkus untuk suaminya. Kedua istri tersangka pun belum diizinkan untuk bertemu suaminya.
“Untuk sementara kedua pelaku belum bisa ditemui. Kami masih proses penyelidikan. Ibu pulang saja, mereka aman di sini. Senin baru bisa di kunjungi. Mereka sudah lama kami incar, apalagi Amin dia pernah kan dipenjara di Polsek Kemuning. Seharusnya dia bisa saja ditembak mati. Syukur, warga yang membawa ke sini” ungkap Kapolsek Kemuning Robert Sihombing. (sri)



