- Sukseskan Simbur Academy 2026, Kopilo Coffee and Eatery Manjakan Mahasiswa dengan Diskon 15 Persen
- Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih
- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
Jangan Ada Permainan dalam Penerimaan Murid Baru
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H Masherdata Musai menegaskan agar tidak ada permainan baik itu dari oknum guru maupun pihak lainnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah di Kabupaten OKI. Dirinya mewarning keras agak semua pihak tidak melakukan hal tersebut.
Menurutnya, para kepala sekolah dan guru harus bersikap profesional. “Apalagi dengan kebebasan dan keterbukaan saat ini tidak boleh ada yang seperti itu. Jadi jangan ada yang macam-macam,” katanya, Rabu (2/5).
Apapun kebijakan sekolah, lanjut Masherdata, harus terbuka dan jangan ada yang bermain. “Apalagi untuk pungutan. Kepentingan apa pun di sekolah harus dikomunikasikan khususnya dengan pihak komite atau dalam hal ini wali murid,” tegasnya.
Di Kabupaten OKI sendiri, ada banyak sekolah yang akan melaksanakan PPDB untuk tahun ajaran 2018-2019. Untuk itu, Masherdata mengungkapkan, pihak dinas pendidikan tidak bisa menentukan siswa tersebut harus sekolah di mana (negeri ataupun swasta).
“Tergantung minat, kita tidak bisa memaksakan ke negeri semua, nanti swasta sulit berkembang. Dan sekolah swasta juga harus mampu berkompetisi agar bisa bersaing,” ujarnya.
Dirinya melanjutkan, silakan calon siswa atau orangtuanya menentukan pilihan. Menurutnya, kalau orangtua ingin memasukkan anaknya ke sekolah swasta ataupun sekolah mahal itu artinya mereka sudah siap. “Jadi terserah mereka. Untuk menentukan besaran biaya sekolah (swasta) itu terserah mereka (pihak sekolah),” pungkasnya. (yrl)



