Nilai IPLM Kabupaten OKI Tahun 2025 Tertinggi di Sumsel

JAKARTA, SIMBUR – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) merilis hasil pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2025. Hasil tersebut disampaikan kepada gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia melalui surat nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tanggal 20 Februari 2026. Ditandangani Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar.

Dari lampiran edaran tersebut, IPLM di Indonesia tahun 2025 diketahui masih rendah. Meski demikian, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meraih nilai IPLM tertinggi tahun ini dari kabupaten/kota lainnya se-Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Mauliddini SKM MSi mengatakan, IPLM Sumsel 2025 mencapai 37,81 sedangkan IPLM OKI mencapai 30,32. “Hasil pengukuran (IPLM) saat ini tidak menunjukkan penurunan atau kenaikan, melainkan nilai baru dalam perspektif pengukuran yang lebih substantif terhadap kinerja perpustakaan,” ungkap Mauliddini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2).

Penilaian IPLM tahun 2025, lanjut dia, menggunakan instrumen dan metodologi terbaru. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 7 Tahun 2025. “Perubahan ini berdampak terjadinya ketidaksesuaian antara capaian dengan target yang telah ditetapkan ditahun sebelumnya,” ujarnya.

Diketahui, saat ini pengukuran IPLM dititikberatkan pada dimensi kinerja sebesar 70 persen sedangkan dimensi kepatuhan/fisik sebesar 30 persen. Pengukuran IPLM saat ini didasarkan pada kesesuaian kewenangan pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana pengukuran berdasarkan kewilayahan,” terangnya.

Dengan demikian, tambah dia, nilai yang dihasilkan saat ini tidak lagi nilai agregat yang dapat mencerminkan kinerja pemerintah daerah dalam urusan perpustakaan. Pendekatan ini dilakukan untuk menjamin keadilan pengukuran serta kesesuaian dengan kerangka desentralisasi pemerintahan. “Nilai IPLM saat ini tidak dapat dibandingkan antar wilayah,” terangnya.

Mauliddini menambahkan, nilai yang dihasilkan dalam pengukuran ini sepenuhnya berbasis pada data yang dikirimkan dan diverifikasi oleh daerah. Data tersebut merefleksikan kondisi faktual yang terjadi di lapangan dan menjadi cermin objektif bagi semua. Adapun variabel yang dinilai meliputi koleksi, pelayanan, SDM, pengelolaan, kepatuhan, dan kinerja.

“Hasil ini bukan untuk menilai, melainkan untuk memetakan secara jujur kondisi pembangunan literasi saat ini. Dengan pemetaan yang lebih presisi, intervensi kebijakan dapat diarahkan pada dimensi dan indikator yang benar-benar membutuhkan penguatan,” ujarnya.(red/rel)

Hasil Penilaian IPLM Tahun 2025

Provinsi:
Sumsel 37,81 (rendah)

Kabupaten/Kota:
1. OKI 30,32
2. Empat Lawang 17,77
3. Palembang 14,78
4. Muratara 14,63
5. Linggau 13,64
6. Pali 13,37
7. Pagaralam 12,59
8. Prabumulih 11,15
9. OKU 10,71
10. Muara Enim 9,64
11. OKUS 8,76
12. Banyuasin 6,62
13. Mura 6,32
14. Lahat 6,3
15. Muba 6,03
16. OI 5,49
17. OKUT 5,14