- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Siaga Darurat, Banjir Kembali Renggut Nyawa Warga Sekitar Sungai Komering
# Dua Bocah Tenggelam Berhasil Ditemukan
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Selama hampir tiga hari, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ilir (OKI), Badan SAR Palembang, Kepolisian, TNI dan dibantu warga melakukan pencarian terhadap dua korban tenggelam, Nadin (10) dan Manda (10), warga Dusun 1, Desa Muara Telang, Kecamatan Teluk Gelam. Pencarian resmi dihentikan setelah kedua korban berhasil ditemukan Minggu (1/4).
Kepala Badan BPBD OKI, Listiadi Martin mengungkapkan, Nadin berhasil ditemukan di Sungai Komering, tepatnya di Desa Lubuk Dalam sekitar 10 km dari lokasi kejadian pukul 07.15 WIB. Sedangkan jasad Manda berhasil ditemukan di dekat PT Subur, Desa Muara Telang atau sekitar 200 meter dari lokasi kejadian pukul 10.30 WIB.
Dijelaskan Listiadi, saat ditemukan, masing-masing korban ini mengambang di sungai. Kondisi kedua korban tersebut masih dalam keadaan utuh. “Kondisi kedua korban masih utuh meskipun bagian kulit sedikit mengelupas karena sudah dua hari tenggelam. Informasi dari masyarakat, kedua korban sedang bermain air di Sungai Komering, kemudian terpeleset dan tenggelam serta terbawa arus sungai,” terangnya.
Saat ini, lanjutnya, kedua korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, meski kondisi debit air sedikit menurun sekitar 20 cm, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati. “Kami tak bosan mengimbau seluruh warga, hingga ke tingkat desa agar dapat lebih waspada terhadap kondisi air sungai. Apalagi, status siaga darurat status banjir hingga 31 Mei 2018 mendatang,” tegasnya.
Dirinya juga menegaskan agar para orangtua juga dapat lebih menjaga anak-anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Memang banjir ini tahunan. Untuk tahun ini memang lebih besar dari biasanya. Jadi kami mengimbau agar warga masyarakat dapat lebih berhati-hati,” ujarnya.
Saat ini memang banjir tengah merendam sejumlah wilayah di Kabupaten OKI, khususnya yang ada di sekitar bantaran sungai. Beberapa titik yang mengalami banjir cukup parah seperti di Kecamatan Kayuagung, Kecamatan Pedamaran, Kecamatan Pedamaran Timur dan wilayah di sekitar kecamatan tersebut. “Untuk yang wilayahnya mengalami musibah (banjir) silakan laporkan kepada kami,” kata Listiadi. (yrl)



